Home / Kabar Daerah

Kamis, 16 Mei 2024 - 22:19 WIB

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan, Pemprov Sumbar Siapkan Alternatif Pasokan

Wawan Hermawan - Penulis

TVDesa – Padang : Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sudah menyiapkan upaya meredam kenaikan harga sembako, lantaran daerah terdampak bencana, yakni Tanah Datar, Agam, dan Padang Panjang merupakan wilayah sentra hortikultura penting bagi Sumatera Barat. Pasca bencana banjir bandang yang melanda 3 daerah tersebut pada Sabtu (11/5) lalu, upaya memasok kebutuhan pangan strategis dari luar daerah jika ada sinyal kenaikan harga.

“Jika diperlukan, kita berencana untuk mendatangkan produk hortikultura dari Jambi dan Jawa Tengah,” ungkap Mahyeldi Ansharullah, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), di Padang, Kamis (16/5/2024).

Upaya antisipasi tersebut, sebagaimana disampaikan mahyeldi, akan bisa membantu, mengingat beberapa ruas jalan dari dan menuju sentra produksi pertanian di Sumbar rusak akibat diterjang banjir bandang.

Baca Juga |  Bansos, Kodim 1607/Sumbawa Peduli Dengan Masyarakat Sekitar Lokasi TMMD 116

Sementara itu, Dinas Pangan Sumbar, telah melakukan mitigasi ketersediaan pasokan 3 komoditas strategis, yakni beras, cabai merah, dan bawang merah. Jika terjadi kenaikan harga beras, BULOG diminta melakukan operasi pasar.

“Kita sudah komunikasi dengan BULOG. Stok beras mereka sangat mencukupi ada 21 ribu ton di gudang,” ungkap Syaiful Bahri, Kepala Dinas Pangan Sumbar.

Perantau Minang yang berkecimpung dalam asosiasi petani dan pengusaha cabai merah Indonesia, disebut Syaiful, akan membantu mendatangkan cabai merah dari Magelang, Jawa Tengah dan Sleman, Yogyakarta, apabila dibutuhkan. Kemudian juga ada kerjasama antar pedagang dari Berastagi, Sumatera Utara.

“Sampai saat ini harga cabai merah di pasaran masih stabil. Kalau ada peningkatan harga, kita tinggal telpon yang dari Jawa Tengah, mereka sudah komitmen dengan kita,” ujarnya.

Baca Juga |  Tercepat di Jateng! Sesuai Hasil IDM, 49 Desa Di Purbalingga Berhasil Naik level menjadi Desa Mandiri

Beruntung, untuk komoditas bawang merah tidak perlu dikhawatirkan, sebab wilayah sentra di Kabupaten Solok masih masa panen. Sementara terhadap komoditas sayur-mayur, Dinas Pangan mengimbau petani di wilayah yang tidak mengalami gangguan, seperti di Solok, untuk lebih mengutamakan menjual produknya ke pasar lokal daripada memenuhi permintaan luar daerah.

“Jangan semua dijual ke luar daerah. Misalnya kalau produksinya 100 ton, jual ke pasar lokal 50 dan ke luar daerah 50. Bantu juga daerah dalam kondisi saat ini,” pungkas Syaiful.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 20 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Desa Badak Mekar Ditetapkan sebagai Sumber Benih Aren Andalan Kaltim!

Kabar Daerah

13 Desa di Nias Utara Jadi Pelopor Perlindungan Jaminan Sosial Perangkat Desa

Kabar Daerah

Perkuat Ukhuwah dan Pencerahan Melalui Safari Dakwah Aswaja di Desa Talumopatu

Kabar Daerah

Mahyeldi : Sumbar Masih Kekurangan Dokter

Kabar Daerah

Botram Hadir di Desa Ciantra: Layanan Publik Makin Dekat dan Intens

Kabar Daerah

Satu Dasawarsa UU Desa, Kades Situbondo Rayakan Perpanjangan Masa Jabatan dengan Syukuran

Kabar Daerah

41 Sekdes di Garut Terima NIPD, Bukti Pengakuan Peran Perangkat Desa

Kabar Daerah

Banyuwangi Ethno Carnival 2024: Memukau dengan Keindahan Desa dan Budaya