Home / Opini

Senin, 17 Juni 2024 - 15:09 WIB

BUM Desa Harus Dikelola Dengan Tatakelola yang Baik

Aris Nurkholis - Penulis

Aris Nurkholis TAPM Kabupaten Kulon Progo Memberikan Sambutan tentang Tatakelola BUM Desa yang baik pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Direktur BUM Desa Binangun Sejahtera Tuksono, Kamis (13/6/24)

Aris Nurkholis TAPM Kabupaten Kulon Progo Memberikan Sambutan tentang Tatakelola BUM Desa yang baik pada acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Direktur BUM Desa Binangun Sejahtera Tuksono, Kamis (13/6/24)

TV Desa News – Kulon Progo: BUM Desa sebagai badan usaha yang berbadan hukum harus dikelola dengan tatakelola yang baik.

BUM Desa sebagai entitas baru badan hukum di Indonesia, pengelolaan dan pengaturannya disesuaikan dengan prinsip-prinsip tatakelola korporasi pada umumnya, namun tetap menempatkan semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan sebagai pilar utama dalam pengelolaan BUM Desa. Hal tersebut tertuang dalam penjelasan PP nomor 11 Tahun 2021.

Ada 5 prinsip tatakelola korporasi pada umumnya yang dikenal dengan istilah “TARIF” yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fearness (kewajaran/kesetaraan).

Prinsip Transparansi

Prinsip ini menciptakan kepercayaan timbal balik antara BUM Desa dengan para stakeholder melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan informasi yang akurat dan memadai. Konsekuensi dari prinsip ini adalah BUM Desa secara tertulis dan proposional mengkomunikasikan segala hal yang menjadi kebijakan, program kerja, dan termasuk kinerja keuangan BUM Desa.

Prinsip kedua yaitu akuntabilitas.

Pada prinsip ini BUM Desa berkewajiban memberikan pertanggungjawaban kinerja seluruh organ kepada pihak-pihak terkait yang memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban dan keterangan. Pihak terkait dalam hal ini diantaranya lurah, badan permusyawaratan kalurahan, pengawas BUM Desa, termasuk masyarakat pada umumnya. Sehingga prinsip ini mendorong harus adanya kejelasan fungsi dan tanggungjawab setiap organ di BUM Desa. Selain itu juga menuntut adanya key performance indicator (indicator kinerja utama) setiap organ dalam organisasi BUM Desa.

Baca Juga |  BUMDes Siarubung Raih Peringkat 3 Lomba sePropinsi Sumatera Utara

Responsibilitas

Adapun prinsip korporasi yang ketiga adalah responsibilitas. Prinsip ini mendorong BUM Desa untuk senantiasa mematuhi seluruh ketentuan, norma, standart dan peraturan-peraturan lainnya yang mengatur BUM Desa serta melaksanakan tangggungjawab social dan lingkungan sekitar. Prinsip ketiga ini mendorong dipatuhinya seluruh ketentuan dalam aktivitas BUM Desa.

BUM Desa yang senantiasa mematuhi peraturan saja masih ada potensi terjadinya fraud/ kecurangan atau kegagalan, terlebih BUM Desa yang abai terhadap ketentuan-ketentuan yang mengaturnya.

Independensi

Selanjutnya prinsip keempat yaitu prinsip independensi atau kemandirian. Prinsip ini mendorong BUM Desa untuk dikelola secara professional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip kelembagaan yang sehat. BUM Desa dalam mengambil kebijakan atau keputusan berdasarkan pertimbangan objektif dan menghindari tekanan atau dominasi yang tidak wajar dari manapun.

Baca Juga |  BUM Desa Binangun Mujur Srikayangan Salurkan CSR di Bulan Ramadhan

Fearness

Sedangkan prinsip korporasi yang kelima yaitu prinsip fearness yang artinya kewajaran. Prinsip ini menuntut adanya perlakuan yang adil dan setara kepada seluruh stakeholder. Termasuk didalamnya kesetaraan kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas BUM Desa. Setiap stakeholder juga memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan masukan, menyampaikan pendapat, dan mendapat akses informasi sesuai dengan fungsi dan tanggungjawab yang dimilikinya.

Itulah 5 prinsip tatakelola korporasi atau perusahaan pada umumnya yang juga harus diterapkan dalam pengelolaan BUM Desa.

Dengan diterapkannya prinsip-prinsip tatakelola yang baik dalam pengelolaan BUM Desa, diharapkan BUM Desa mampu maju dan berkembang dalam menjalankan usaha dan/atau unit usahanya sesuai dengan potensi local yang dimilikinya serta dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

 

*Seluruh materi disampaikan dalam kegiatan pengambilan sumpah jabatan Direktur baru BUM Desa Binangun Sejahtera Tuksono, Kamis (13/6/24).

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 33 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

BRGM Buka Peluang Karir untuk Koordinator Lapangan dan Pendamping Desa Rehabilitasi Mangrove
Ilustrasi by Ketut Subiyanto | Pexels

Opini

Mengenal Lebih Dekat Metode Baca Cepat dan Manfaatnya dalam Pembelajaran Berbasis LMS

Opini

Tantangan dan Solusi Membangun Desa Tertinggal Melalui Pendampingan Desa

Opini

Pentingnya Sumur Bor Untuk Kebutuhan Air Desa

Opini

Pentingnya TPQ dan Madarasah di Tengah Masyarakat Desa

Opini

Bergerak Untuk Ummat, Sahabat Da’i Tompobulu Akan Menggelar Konsolidasi

Opini

Kader Posyandu : Perisai Kesehatan Masyarakat di Tengah Ancaman Penyakit Tidak Menular

Opini

Mandatory Spending Versus Perubahan Kinerja Perangkat Desa