Home / Kabar Daerah

Kamis, 27 Juli 2023 - 11:27 WIB

Cegah Stunting di Magelang, Mahasiswa UNNES Dampingi Calon Pengantin Gunakan Aplikasi ELSIMIL

Asrodin - Penulis

TVDesa – Magelang : Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 5 turun langsung untuk membantu mencegah stunting di Kota Magelang. Salah satu upayanya adalah dengan mengadakan program pendampingan aplikasi ELSIMIL bagi calon pengantin (6/7).

ELSIMIL, yang diluncurkan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), merupakan aplikasi yang bertujuan untuk memantau kesehatan calon ibu dan ayah. Dengan adanya program ini, diharapkan kasus stunting pada anak yang akan dilahirkan dapat dicegah sejak dini.

Kegiatan pendampingan ini disambut baik oleh Kepala KUA Magelang Tengah, Agus Rofiudin S.Ag., dan dihadiri oleh 6 calon pengantin (catin) dari Kelurahan Rejowinangun Utara.

Baca Juga |  24 Mahasiswa UNAND KKN di Nagari Sitalang IV Nagari Agam

“Aplikasi ELSIMIL menjadi wadah yang penting bagi calon pengantin untuk mengetahui apakah kesehatan mereka sudah memenuhi kriteria yang dianjurkan oleh BKKBN,” ujar pemateri dalam kegiatan tersebut.

Antusiasme para catin terlihat jelas dari keaktifan mereka saat mengikuti kegiatan ini, terutama saat pengisian formulir kesehatan di aplikasi ELSIMIL. Sebelum mengisi formulir, para catin diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

Salah satu catin mengungkapkan rasa senangnya dengan hadirnya aplikasi ini. “Saya senang dengan aplikasi ini, jadi saya tahu apakah kesehatan saya mampu menunjang kehamilan saya nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut, pemateri menjelaskan secara rinci mengenai teknis penggunaan dan cara mengoperasikan aplikasi ELSIMIL. Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play Store, namun saat ini belum tersedia untuk pengguna iOS (iPhone). Bagi pengguna iOS, pengisian ELSIMIL dapat dibantu oleh petugas KUA.

Baca Juga |  Program Mahasiswa Membangun 1000 Desa Bakal Berlangsung di Mojokerto

“Jika data yang dimasukkan akurat, aplikasi dapat membaca apakah calon pengantin berisiko stunting atau tidak. Kalaupun berisiko, pernikahan tetap boleh dilangsungkan, namun kami sarankan untuk menunda kehamilan,” jelas pemateri.

Dikhawatirkan jika dipaksakan untuk hamil, kesehatan ibu dan anak yang dikandung bisa terancam.

Sementara itu, terkait dengan kebijakan untuk melangsungkan akad pernikahan, sepenuhnya merupakan kewenangan Kementerian Agama dan jajarannya.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 144 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kai Bulang: Inovasi Aplikasi Bantu Asistensi Penyertaan Modal BUMDes di Balangan

Kabar Daerah

Pemprov Sumbar Dukung Penuh Atlit Berlaga di PON Provinsi Aceh dan Sumut

Kabar Daerah

DPMD Konsel Resmikan Klinik BUMDes, Siap Jemput Bola Bantu Kembangkan Desa

Kabar Daerah

BUMDes Berprestasi di Karanganyar, 60 Persen Pendapatan Untuk Desa

Kabar Daerah

Pemkab Badung Gandeng Perumda dan BumDes untuk Beli Gabah Petani dengan Harga Wajar

Kabar Daerah

Tertib Bayar Pajak Kendaraan Tepat Waktu? UPPD Samsat Pati Punya Solusinya!

Kabar Daerah

Sandiaga Uno Hadir dan Buka Festival Gunung Slamet 2024

Kabar Daerah

Jateng Replikasi Program Desa Antikorupsi di 372 Desa