Home / Kabar Desa

Jumat, 23 Juni 2023 - 12:23 WIB

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Pemdes Ambesia Selatan Gelar Workshop

Pena Labuan - Penulis

Pembukaan Workshop oleh Kepala Desa Ambesia Selatan

Pembukaan Workshop oleh Kepala Desa Ambesia Selatan

TV Desa News-Parigi Moutong, Kekerasan terhadap anak dilaporkan kemana? Metode cara melaporkan kekerasan terhadap anak secara online adalah langkah paling praktis. Mekanisme pelaporan secara tidak langsung membantu mengidentifikasi kasus kekerasan anak yang terjadi di Desa Ambesia Selatan. Namun pada kenyataannya, belum semua diketahui, sehingga sebagian masyarakat yang mengetahui dan mengalami tidak tahu harus melapor kemana saat kasus terjadi.

Melihat hal ini, pemerintah desa menggandeng Yayasan Sikola Mombine (YSM) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) untuk melaksanakan workshop mekanisme pelaporan dan rujukan perlindungan anak bagi para anggota kelompok PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) yang telah terbentuk sejak tahun 2018 serta unsur masyarakat lainnya. Workshop ini bisa menjadi bekal peserta untuk menindaklanjuti kasus kekerasan anak.

Baca Juga |  Memperingati HUT RI 76 Dusun Desa Blok Tameng RW 05 Desa Bangunharja Lomba liwet antar KWT Sauyunan.

Menurut Rustam, Kepala Desa, output kegiatan ini bisa dijadikan rujukan untuk perencanaan desa tahun 2024. “Kita tunggu hasil rekomendasi kegiatan ini (workshop), sehingga bisa kami jadikan rujukan untuk perencanaan desa tahun depan”, kata Rustam di sesi pembukaan.

Lebih lanjut Kepala Desa yang baru menjabat sekitar 10 bulan tersebut menyampaikan, kasus kekerasan anak biasanya ditangani secara adat atau kekeluargaan. Jika terlanjur parah, akan dikoordinasikan ke pihak terkait.

Baca Juga |  Mendes: Performa pendamping desa berbanding lurus pembangunan desa
Sesi diskusi dengan peserta workshop

Seperti kita ketahui, banyak sarana pelaporan yang disediakan pemerintah, namun pihak YSM maupun WVI mengusulkan melapor ke KPAID (Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah) sebagai upaya penanganan lebih lanjut.

Kegiatan yang digelar 21-22 Juni 2023 tersebut, selain memberikan pemahaman kepada peserta, juga diisi dengan kajian studi kasus dilapangan. Sehingga para peserta bisa mempraktekkan langsung penanganan kekerasan terhadap anak.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Desa Likwatang Gelar Turnamen Sepak Bola U-23 “Likwatang CUP”

Kabar Desa

Fun-fly Paralayang Dalam Rangka Ulang Tahun Desa Lomuli Hadirkan Atlet Rumania

Kabar Desa

Jalan Desa Tugusari Diperbaiki, Warga Gembira, Ekonomi Lancar!

Kabar Desa

Betung Genjot Kesejahteraan: Dana Desa Optimal Lewat Pendampingan

Kabar Desa

Jembatan Merah Putih Pembuka Isolasi Dusun Karangsari

Kabar Desa

Air Hujan Jadi Andalan Warga Muara Pantuan dengan Gama Rain Filter

Kabar Desa

KKNT IPB: Mengubah Resin Jadi Pundi-pundi Ekonomi Desa Tugubandung

Kabar Desa

Cisaat Masuk 50 Besar ADWI 2024, Siap Menjadi Desa Wisata Edukasi Berkelas Dunia