Home / Kabar Desa

Jumat, 28 Juni 2024 - 08:58 WIB

Gajah Rejo Bangun Sumur Bor Untuk TPQ/Madrasah Desa

Fahrudin - Penulis

TVDesa – Malang : Kegiatan pemberdayaan masyarakat  lewat bantuan pengadaan fasilitas air bersih berupa sumur bor di di desa Gajahrejo kec Gedangan kab Malang. Pada 27/6/2024 Pembangunan
Sumur Bor yang parkarsai oleh Baitul Maal Hidayatullah  bersama donatur  tokoh masyarakat dari keluarga besar Alm Bapak Supartono dan Almh Ibu Supartini di peruntukan bagi kepentingan dan kebutuhan pendidikan TPQ dan Madarasah yang ada di Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan, Kab. Malang. Hadir dalam kegiatan pembangunan para pengurus TPQ /Madrasah Bapak Mastuki( Pengasuh TPQ Al ikhlas) Pemerintah Desa Gajah rejo Bapak Siswoyo ( Kepala Desa Gajahrejo) pengurus Baitul Maal Hidayatullah Ust Lukmanul Hakim). Perlu di ketahui bersama, pendidikan di masyarakat terutama di pedesaan sangatlah penting, pendidikan selain formal juga di butuhkan pendidikan non formal untuk menunjang pemerataan di khalayak umum, salah satu pendidikan yang sangat menunjang adalah TPQ/Madrasah.

Pentingnya TPQ dan Madarasah di tengah masyarakat desa.

Baca Juga |  Jurnalistik Desa: Bekali Masyarakat Mantangai Hilir dan Warga Mulya Hadapi Era Digital

TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) dan Madrasah memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat desa. Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan pentingnya kedua institusi pendidikan ini:

  1. Pendidikan Agama: TPQ dan Madrasah menyediakan pendidikan agama yang mendalam, membantu anak-anak dan remaja memahami ajaran Islam, membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta mempelajari hadis, fiqh, dan sejarah Islam.
  2. Pembentukan Akhlak: Kedua lembaga ini berperan dalam pembentukan karakter dan akhlak mulia berdasarkan nilai-nilai Islam. Mereka mengajarkan etika, moral, dan adab yang baik kepada generasi muda.
  3. Pelestarian Budaya Islam: TPQ dan Madrasah membantu melestarikan tradisi dan budaya Islam di tengah masyarakat. Mereka menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang memperkuat identitas keislaman.
  4. Pendidikan Terjangkau: Di banyak desa, akses ke pendidikan formal bisa terbatas. TPQ dan Madrasah seringkali menyediakan pendidikan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat setempat.
  5. Pusat Kegiatan Sosial: Selain pendidikan, TPQ dan Madrasah sering berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan, seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan sosial lainnya yang memperkuat ikatan komunitas.
  6. Mengurangi Buta Huruf Al-Qur’an: Di banyak desa, kemampuan membaca Al-Qur’an masih kurang. TPQ berperan penting dalam mengurangi buta huruf Al-Qur’an dengan menyediakan pendidikan dasar membaca dan menulis huruf Arab.
  7. Pemberdayaan Ekonomi: Beberapa madrasah menyediakan pelatihan keterampilan praktis dan vokasional yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Baca Juga |  Pentingnya Sumur Bor Untuk Kebutuhan Air Desa

Dengan berbagai peran penting ini, TPQ dan Madrasah menjadi pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan beragama dan sosial di tengah masyarakat desa. Salah satu kebutuhan penting untuk pendidikan selain kebutuhan administrasi adalah kebutuhan lain seperti kebutuhan air bersih. Dengan Bantuan dari donatur masyarakat juga bantuan dari BMH sangat berguna dan bermanfaat untuk menunjang kelancaran dari pendidikan di TPQ /Madrasah.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Desa

Cipakat Maju Menuju Desa Sadar Hukum: Wujudkan Masyarakat Patuh Hukum

Kabar Desa

Penanggal Rayakan Grebeg Ambengan: Syukur, Budaya, dan Semangat Desa

Kabar Desa

Semangat Gotong Royong Semarum Wujudkan Desa Bersih

Kabar Desa

Siap Hadapi Bencana, Desa Les Bidik Juara ADWI 2024

Kabar Desa

Gunungan Hasil Bumi Diarak, Semarak Sedekah Dusun Gading Jombang

Kabar Desa

Berengkes Ikan: Semangat Ibu Lestarikan Kuliner Khas Batanghari

Kabar Desa

Kembangkan Potensi Desa Cermee, Mahasiswa KKN UNEJ Dirikan Klinik UMKM

Kabar Desa

Kampung Pengawasan Partisipatif Desa Mekarjaya Pilih Kentongan Jadi Ikon