Home / Profil

Jumat, 1 Oktober 2021 - 13:59 WIB

Gerakan Pendamping Desa Berdonor untuk Pengamalan Nilai-nilai Pancasila di Indonesia

010 Fandi - Penulis

Fandi – TPP  Kab. Natuna : Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini dimaksudkan untuk mengenang kembali sejarah dalam mempertahankan ideologi bangsa. Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga sebagai wujud penghormatan terhadap jasa para Pahlawan Revolusi.

“Dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, bangsa Indonesia selalu melakukan upacara. Selain menghargai jasa para pahlawan, peringatan ini juga perlu diimplementasikan oleh segenap Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendes PDTT agar bisa menjadi cermin dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara”, jelas Fandi.

Menurut Fandi, TPP dari Kabupaten Natuna, “sebagai anak bangsa, sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab“, kegiatan donor darah yang dilakukan di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila memiliki arti nilai yang sangat penting dan melalui kegiatan donor darah inilah, kita memperlihatkan salah satu tindakan berpancasila dalam bentuk yang nyata. Selain itu nilai Gotong royong dan saling tolong menolong menyumbangkan darah yang dimiliki untuk diberikan kepada mereka yang sedang membutuhkan,” tuturnya.

 

TPP Pendamping Desa Kemendes PDDT Berdonor untuk Pengamalan Nilai-nilai Pancasila, Foto Fandi (1/10-2021)

Fandi sapaan akrabnya menambahkan penjelasannya, “Alhamdulillah, kali ini sudah yang ke 59 kalinya saya menyumbangkan sebagian dari dalam tubuh saya yaitu berupa darah yang telah ALLAH SWT anugerahkan untuk saya sumbangkan kepada orang-orang yang sedang membutuhkan baik itu untuk Operasi ataupun yang mengidap penyakit Talasemia. Donor darah pada dasarnya dilakukan secara sukarela, hal itu memperlihatkan bahwa kita memiliki sikap saling mencintai sesama manusia, mengembangkan sikap tenggang rasa, dan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila”.

Baca Juga |  Rapat Koordinasi Bersama TPP Pringsewu Di Hadiri Oleh TAPM Provinsi Lampung

“Mewujudkan Pancasila dalam tindakan melalui donor darah, motivasinya adalah memberi tanpa pamrih, menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi suatu sumbangan berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Tidak membutuhkan persyaratan sulit untuk menjadi calon pendonor. Donor darah adalah orang yang memberikan darah secara sukarela untuk maksud dan tujuan transfusi darah bagi orang lain yang membutuhkan, semua orang dapat menjadi pendonor darah jika memenuhi persyaratan yang berlaku”, jelasnya.

Dilansir dari beberapa media sosial, bahwa kebutuhan darah di Indonesia belum terpenuhi seluruhnya. Berdasarkan perhitungan, di Indonesia, lebih dari 10 ribu penyandang talasemia mayor terdaftar di Yayasan Thalassemia Indonesia dengan kebutuhan transfusi darah diperkirakan lebih dari 240.000 kantong darah per tahun. Pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah adalah kegiatan rutin setiap bulan yang tidak bisa dihindari bagi anak-anak penyandang talasemia mayor, yaitu penyakit kelainan darah merah. Rumah sakit adalah rumah kedua mereka.

TPP Pendamping Desa Kemendes PDDT Berdonor untuk Pengamalan Nilai-nilai Pancasila, Foto Fandi (1/10-2021)

Masalah serius yang dihadapi penyandang talasemia mayor saat ini adalah stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) setiap Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia menipis akibat dampak pandemi COVID-19. Dalam jangka pendek masalah ini bisa diatasi dengan partisipasi kita mendonorkan darah dan dalam jangka panjang deteksi dini yang masif bisa mencegah lahirnya bayi penyandang talasemia.

Baca Juga |  BUMDES ini, Hidup dari Buah Kelengkeng

“Meskipun sudah diantisipasi ketika kekurangan stok darah semua pihak cenderung gamang dan saling menyalahkan. Banyak pihak tidak menempatkan diri sebagai SOLUSI melainkan justru menjadi bagian dari masalah sehingga makin memperumit masalah yang dihadapi. Peningkatan kebutuhan darah yang terjadi secara nasional memerlukan gerakan Donor Darah Sukarela secara masif oleh segenap masyarakat Indonesia”, jelas Fandi.

Fandi menuturkan “TPP ataupun masyarakat di Desa mempunyai peran penting dalam menjamin ketersediaan darah dalam jumlah yang cukup. Sedangkan sarana dan prasarana dalam pelayanan darah, menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan unit transfusi darah dan bank darah di tingkat rumah sakit.

Hidup di Negara Indonesia atau Bumi yang dianugerahkan oleh ALLAH SWT, Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan karunia dan rahmat-Nya yang wajib dilestarikan dan dikembangkan kemampuannya agar dapat tetap menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat dan bangsa Indonesia serta makhluk hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup itu sendiri.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 297 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

Menjelajahi Desa Raksasa: Long Sule, Sang Juara Luas di Indonesia

Profil

Ibu PKK Jatijejer Sulap Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis

Profil

Sedekah Bumi Desa Tangsi Duren: Padukan Rasa Syukur, Gotong Royong, dan Semangat Pelestarian Budaya

Profil

Desa Wisata Pentingsari: Dari Dusun Miskin Menjadi Desa Wisata

Profil

Desa Lok Batung: Bukti Nyata Kegigihan Menuju Bebas Stunting

Profil

Semangat Jimpitan Membangun Desa: Kisah Sukses Desa Gunung Makmur

Profil

Water Defender Ponggok: Juru Kunci Keberlangsungan Mata Air

Profil

Pacerakkang: Bukti Nyata Keindahan Kerukunan dan Toleransi