Home / Profil

Kamis, 2 Juni 2022 - 14:46 WIB

Hari Lahir Pancasila Diperingati di Ende, Ganjar : Sejarah Divisualkan Dengan Bagus

Olivia Maharani - Penulis

TV Desa – SEMARANG : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Ende, Nusa Tenggara Timur secara virtual, Rabu (1/6). Ganjar mengapresiasi pemusatan peringatan di Ende.

“Menurut saya bagian yang membuka pikiran, bagaimana sejarah ini divisualkan dalam bentuk upacara di tempat perenungan pertamanya bung karno dan ini menurut saya suatu yang bagus,” kata Ganjar usai acara.

Ganjar mengatakan, pesan yang disampaikan Presiden Jokowi tentang membumikan Pancasila sangat jelas. Terutama pemimpin, kata Ganjar, harus memulainya dengan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Baca Juga |  Tiba di Bandara Ternate, Ganjar Disambut Tari Cakalele hingga Rebana

“Dengan spirit gotongroyong rasa-rasanya spirit dari Pancasila itu akan betul-betul bisa membumi, masuk ke dalam pikiran hati sampai berwujud pada tindakan dan perilaku,” ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan banyak sekali cara untuk bisa mengaktualisasikan Pancasila. Ganjar mencontohkan di Jawa Tengah akan dibuat Bulan Pancasila. Selain itu ada juga yang membuat Bulan Bung Karno.

Presiden Joko Widodo dalam amanatnya mengatakan, Pancasila selain bukan hanya menyatukan tapi telah menjadi bintang penuntun ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan ujian.

Presiden mengingatkan Pancasila sebagai dasar negara telah membuat bangsa Indonesia berdiri kokoh.

Baca Juga |  Ganjar Pranowo Dan Teten Masduki Di WSBK Mandalika

“Dari kota Ende saya mengajak seluruh anak bangsa untuk sama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai luhur pancasila dalam berkehidupan masyarakat dan bernegara,” tegasnya.

Sebagai informasi, ini adalah pertama kalinya Hari Lahir Pancasila diperingati di luar ibu kota negara dan dilaksanakan di Ende, NTT. Daerah itu dipilih karena punya rekam sejarah yang berkaitan dengan kelahiran Pancasila. Ende menjadi tempat pengasingan Sukarno pada 14 Januari 1934.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 16 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

Warung-Warung Ikan Asap Tamansari: Menjanjikan Ekonomi dan Wisata Kuliner

Profil

Tradisi Merti Desa Bibis Kulon: Melestarikan Kearifan Lokal di Tengah Modernisasi

Profil

Menelusuri Jejak Sejarah Perjuangan di Desa Gumeng, Mojokerto

Profil

Jelajah Desa Gumeng: Permata Tersembunyi di Ujung Hutan Rimba

Profil

Mengapa Warga Sikabu Ini Syukuri Usaha Ikan Laut Segarnya?

Profil

Tangan Dingin Emiko, Antarkan Perempuan Nagari Punya Panggung di Solok

Profil

Memperkuat Perempuan Akar Rumput: Sebuah Kisah Pelatihan di Sumatera Barat

Profil

Punya 55 Domba, Perangkat Desa Ini Juga Peduli Pustaka