Home / Profil

Rabu, 20 Maret 2024 - 21:37 WIB

Inayati Pejuang Literasi, Pulang Ke Desa Demi Membangun Budaya Baca

009 Setiyo Haryono - Penulis

TVDesanews.id-Purbalingga: Sebut saja Inayati, seorang sarjana Hukum dari kabupaten Grobogan Jawa Tengah yang aktif menginisiasi dan mengelola Taman Belajar Membaca (TBM) Merti Lestari di lembaga Madrasah Diniyah di wilayah desanya yakni Dusun Metuk, dusun Kedunggandri, dan dusun Kedoan.

Ia melakukan itu semua semata dorongan nurani yakni ingin berbagi pengalaman dalam upaya mewujudkan budaya Baca di Taman Baca di Desa Ngombak, yang terletak di lingkungan hutan jati dan jauh dari perkotaan.

Menurut penuturannya bahwa Perjalanan dari desanya menuju kecamatan Kedungjati cukup jauh sekitar 5 km dengan melewati hutan jati. Hal itu baginya  merupakan tantangan tersendiri.

Awal Memulai Perjuangan 

Sesuatu yang besar dimulai dari satu langkah kecil, yang dilakukan secara penuh tekad dan konsisten. Itulah semboyan yang inayati pegang untuk memulai langkah mendirikan perpustakaan tepatnya ketika ia menjadi Relawan Desa untuk mendampingi Desa dalam program Binaan Plan Internasional, sebuah NGO yang fokus pada tumbuh kembang anak-anak.

Selama program tersebut inayati  membentuk Group Teater Anak Merti Lestari di desa saya. Meskipun Desa Ngombak memiliki perpustakaan di Balai Desa, namun aksesnya terbatas pada beberapa RW, yaitu RW 02, RW 03, RW 06, dan RW 07 yang dikenal sebagai Krajan.RW lainnya sangat jauh dari Balai Desa. Hal ini mendorongnya untuk menginisiasi pendirian Taman Baca di sekitar RW tersebut.

Pertama kali, ia mendirikan Taman Baca Merti Lestari bersamaan dengan berdirinya Teater Anak Merti Lestari, sebagai bagian dari program pendampingan NGO (Non Government Organization) internasional. Untuk mewujudkan programnya ia mengajukan proposal kepada Plan Internasional untuk mendapatkan dana pembelian buku berkualitas bagi anak-anak di desa kami.

Baca Juga |  Penetapan 9 Desa Persiapan Menjadi Defenitif Menunggu Peta Geospasial Dan Kode Desa

Pada tanggal 10 Mei 2009, Taman Baca dengan nama “MERTI LESTARI” resmi didirikan dengan lebih dari 500 buku dari berbagai disiplin ilmu,termasuk buku kreativitas dan motivasi.

Meskipun Desa Ngombak memiliki perpustakaan di Balai Desa, namun aksesnya terbatas pada beberapa RW, yaitu RW 02, RW 03, RW 06, dan RW 07 yang dikenal sebagai Krajan.RW lainnya sangat jauh dari Balai Desa, mendorongnya untuk menginisiasi pendirian Taman Baca di sekitar RW tersebut.

Pertama kali, inayati mendirikan Taman Baca Merti Lestari bersamaan dengan berdirinya Teater Anak Merti Lestari, sebagai bagian dari program pendampingan NGO (Non Government Organization) internasional.

Untuk mewujudkan programnya mengajukan proposal kepada Plan Internasional untuk mendapatkan dana pembelian buku berkualitas bagi anak-anak di desa kami.

Tepat Pada tanggal 10 Mei 2009, Taman Baca dengan nama “MERTI LESTARI” resmi didirikan dengan lebih dari 500 buku dari berbagai disiplin ilmu,termasuk buku kreativitas dan motivasi.

Konsistensi Menghidupkan Literasi

Betul kata pepatah, bahwa Istiqomah adalah akan mendatangkan berkah, hal itu yang dipegang oleh inayati. Setelah masa kerjasama dengan Plan Internasional dan Pemerintah Kabupaten Grobogan berakhir, ia tetap melanjutkan perjuangan meski tanpa pendampingan. Ia kemudian mengembangkan Taman Baca dengan yang diintegrasikan dengan  Tempat Pembelajaran Qur’an (TPQ) Kedoan.

Membuka Les Bahasa Inggris Gratis 

Tidak saja menghidupkan budaya baca, ia juga memberikan les private gratis kepada Anak -anak di desanya. Ia  menyadari bahwa RW ini jauh dari Balai Desa. Ia memberikan kursus/les gratis bahasa Inggris bagi anak-anak di RW 08 yang Belajar di TPQ Kedoan.

Baca Juga |  Secangkir Hangat Bersama Dirut PDAM Lampung Barat

Terus memperluas wilayah binaan literasi 

Tidak saja di satu tempat, inayati juga mendirikan berbagai Madrasah Diniyah (Madin) di wilayah desanya, yakni di wilayah dusun Metuk sebagai tempat belajar bagi anak-anak, bekerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk mendonasikan buku-buku dan alat-alat pembelajaran. Selanjutnya Taman Bacaan Madin Kedunggandri, RW 04.

Selanjutnya, inayati juga menginisiasi kegiatan literasi di TPQ Al-Huda di RW 05 Kalikonang. Tugasnya masih melibatkan upaya mewujudkan tiga Taman Baca di desanya, yaitu RW 01 Kaliratan, RW 02 Guyangan, dan RW 09 Kalikrio.

Menggandeng Keluarga dan pihak ketiga Untuk mensukseskan programnya

Dalam menjalankan tugasnya ia juga bekerja sama dengan salah satu anggota keluarga saya, Gagas Ayu Cahya Puspita, untuk mengajar bahasa Inggris gratis di Madin ini, sehingga kegiatan bisa  terus berjalan. Hingga pada satu waktu kegiatannya diliput oleh stasiun TVRI Semarang bersama Taman Baca Merti Lestari.

Selama ini, buku-buku di semua Taman Baca yang didirikan oleh inayati didapatkan melalui kerjasama dengan beberapa Lembaga sebagai berikut:

  •  NGO Plan Internasional,
  • Universitas PGRI Semarang
  • Yayasan Pengembangan Perpustakaan Nasional
  • Pihak ketiga yang mendukung program literasi Desa

Dari kisah nyata inayati sang pejuang literasi ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa, hidup adalah sebuah Medan dan arena berbuat kebajikan. sebagaimana pesan setiap agama, bahwa sebaik baiknya manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi sesama.

(Setyo H)

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

PMII Rayon Syariah Purwokerto Inisiasi Pesantren Konstitusi Sebagai Upaya Mengembalikan Jati Diri Indonesia Sebagai Negara Hukum

Profil

Desa Loa Duri Ulu, Sudah Miliki Tim Media Sendiri

Profil

Bangun Kantor Baru, Desa Gunggungan Lor Tingkatkan Layanan

Profil

Wae Rebo, Desa Tercantik Dunia 2024 Versi Spectator Index

Profil

Digitalisasi Desa Wisata, Tumbuhkan Pariwisata Lampung

Profil

BUMDes Lumbung Argo Tirto, Desa Gunungronggo Target Bukukan Laba Positif 2024

Profil

Menilik TBM Al-Huda, Seberkas Cahaya Di Ujung Utara Purbalingga

Profil

Habis Sampah dan Penghargaan di Randupitu, Terbitlah Wisata