Home / Kabar Daerah

Jumat, 17 September 2021 - 07:50 WIB

Inginkan Akses Jembatan Gantung Pulih, Puluhan Warga 2 Desa di Pohuwato Sepakat Mohuyula

Noldi Dehi - Penulis

TV DESA-POHUWATO: Budaya gotong royong dalam bahasa Gorontalo Mohuyula masih membumi di tengah masyarakat Gorontalo. Puluhan warga Desa Marisa Kec. Popayato Timur dan Warga Desa Tunas Harapan Kec. Popayato Kab. Pohuwato bahu membahu memperbaiki akses ke jembatan gantung penghubung 2 kecamatan itu secara swadaya. Warga berjibaku menyumbangkan sesuai kemampuan, dari tenaga dan keahlian, kayu, papan sampai  persediaan makanan dan camilanpun disediakan kaum perempuan guna akses ke jembatan gantung cepat terhubung.

Kondisi saat oprit (jalan penghubung) jembatan gantung paska banjir besar sungai popayato

“Saya dihubungi beberapa tokoh masyarakat dari 2 desa, untuk memfasilitasi pertemuan warga desa bertetangga ini. Rencana pertemuan itu membahas perbaikan akses jembatan gantung yang sudah 4 bulan terputus”. Kisah Arifin Tuda, S.IP Kepala Desa Marisa Kec. Popayato Timur. Rabu (15/9).

Baca Juga |  KTT Ke-42, Gus Halim: Indonesia Inisiasi Jejaring Desa ASEAN

“ Jembatan paling sentral ini, beberapa bulan lalu putus dihantam banjir besar yang menghantam opritannya (jalan penghubung) bagian Desa Marisa. akses ini banyak digunakan warga 2 kecamatan, sebab lahan – lahan pertanian di desa tunas dan marisa dimiliki sebagian warga dari 2 kecamatan ” tambah beliau kades Arifin.

Mohuyula yang dilakukan agar jembatan gantung bisa terhubung lagi.
Mohuyula yang dilakukan agar jembatan gantung bisa terhubung lagi.

Selain sebagai penghubung akses pertanian, keberadaan jembatan gantung penting bagi masyarakat, pasalnya warga desa bertetangga ini masih erat kaitan keluarganya. Untuk sekedar berkunjung ke desa sebelahnya harus menempuh jarak memutar lebih dari 7 kilometer jauhnya “Alhamdulillah, sekarang jembatan sudah selesai dikerjakan selama 4 hari. Berkat swadaya warga 2 desa dengan semangat Mohuyula”. kata Ahmad Roni Hemuto Sekdes Tunas Harapan.

Baca Juga |  Pemprov Sumbar Salurkan BKK Sebesar 7 Miliar kepada Pemkab Solok Selatan

Warga desa sangat berharap akses ke jembatan gantung nantinya akan dibangun secara permanen, sebab bila air sungai meluap lagi, jembatan kayu sifatnya sementara ini pasti rawan tersapu banjir. “Saya, selaku tokoh masyarakat berharap, perhatian  dari Pemda Pohuwato agar bantaran sungai ini dapat dibangunkan bronjong sepanjang 3 kilometer. Sehingga bila air sungai meluap tidak akan menghantam oprit jembatan nanti bila akan diganti permanen” ucap Relan Ibrahim, S.Pd menjabat Ketua BPD Desa Marisa.

Pekerjaan oprit kayu sementara sudah mencapai 90%, Rabu (15/9).

“Kondisi bantaran sungai di desa marisa semakin lama makin terkikis oleh air sungai popayato, khawatirnya akan beribas pada jembatan kayu yang baru dibangun secara swadaya oleh masyarakat ini”, tutur Relan Ibrahim. (ND)

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 227 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kepri Bersinar: 57 Desa/Kelurahan Bebas Narkoba

Kabar Daerah

30 Desa di Lembata, Jadi Ajang Mahasiswa Berdaya untuk Kedaulatan Pangan

Kabar Daerah

Semarak Milad IPM Ke-63, PD IPM Kudus Gelar Berbagai Acara Kreatif

Kabar Daerah

Dana Desa Sampang 2024: Kucuran Dana Fantastis untuk Bangun Desa

Kabar Daerah

Percepatan Penanganan Dampak Bencana Sumbar : Misi Gempuran Gubernur Mahyeldi ke BNPB

Kabar Daerah

Jalan Padang Panjang-Sicincin Ruas Lembah Anai Kembali Dibuka, Sistem Buka Tutup diberlakukan

Kabar Daerah

254 Desa di Lombok Timur, Kembangkan Homestay untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Kabar Daerah

BNN Belu Gandeng 30 Kades Bersinar Cegah Narkoba di Perbatasan RI-Timor Leste