Home / Kabar Pusat

Jumat, 19 November 2021 - 10:38 WIB

Jelang Akhir Tahun, Presiden Jokowi Minta Percepatan Realisasi APBN 2021

Olivia Maharani - Penulis

TV Desa – Jakarta : Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya percepatan realisasi APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setiap Kementerian/Lembaga diminta untuk berkonsentrasi dalam mempercepat realisasi tersebut.

Presiden pun menginstruksikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian untuk memperhatikan kembali daerah dengan serapan APBD yang masih rendah.

“Tekankan pada mereka bahwa APBD ini penting untuk pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 17 November 2021.

Dalam sidang kabinet tersebut, Presiden meminta jajarannya untuk mewaspadai berbagai risiko global yang mungkin terjadi ke depan. Perkembangan ekonomi global perlu diperhatikan guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga |  Percepatan Pembangunan Desa Dan Pemberdayaan Masyarakat

“Seperti perlambatan ekonomi di Tiongkok, betul-betul dilihat karena ekspor kita ke sana gede. Kemudian risiko tapering off dari Amerika betul-betul dilihat, dampak dan apa yang harus kita siapkan, apa yang harus kita lakukan,” tambahnya.

Selain itu, Presiden juga menyoroti fenomena siklus commodity supercycle. Presiden merasa fenomena ini juga perlu diwaspadai apalagi komoditas unggulan ekspor Indonesia saat ini melonjak tinggi.

“Ini umumnya berlangsung, biasanya hanya berlangsung 18 bulan, jadi langkah-langkah antisipasi untuk itu harus diberikan dengan menguatkan industri pengelolaan yang berorientasi ekspor,” imbuhnya.

Baca Juga |  Presiden Jokowi Meninjau Dan Meresmikan Penataan Kampung Ulos Huta Raja Di Kabupaten Samosir

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tantangan pada tahun 2022 akibat pandemi Covid-19 ada pada potensi berlanjutnya pandemi dan perlambatan ekonomi dunia. Oleh karena ini, Presiden meminta agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 harus dapat menjadi instrumen utama dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Presiden, penajaman dan efisien belanja perlu dilakukan. Anggaran belanja yang tidak perlu dapat dialihkan ke anggaran belanja produktif dan anggaran tersebut diharapkan sudah dapat direalisasikan pada Januari 2022.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 13 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Pusat

Gandeng FKUB Malut, Kemendes PDTT Berdayakan Desa Inklusif di Malut

Kabar Pusat

Desa Antikorupsi: Membangun Peradaban Berintegritas dari Pelosok Nusantara

Kabar Pusat

Mendagri Minta Jabar Perkuat dan Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kabar Pusat

BRILiaN dan UNS Berikan Sentuhan Ajaib, 15 Desa Ini Siap Jadi Role Model Desa Unggul

Kabar Pusat

Tangkal Urbanisasi: Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Jadi Kunci

Kabar Pusat

Bakal Bahas Ekosistem Pemasaran, Transaksi TTGN XXV Diharapkan Melonjak

Kabar Pusat

Lindungi Pekerja Desa, BPI Kemendes PDTT dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama

Kabar Pusat

Gelar Teknologi Tepat Guna, Perkuat Ekosistem Inovasi Desa