Home / Kabar Pusat

Kamis, 30 Mei 2024 - 14:58 WIB

Konsep Model Bisnis Sosial Untuk Pengembangan Pariwisata Desa

Ali Akbar - Penulis

Diskusi Konsep Model Bisnis Sosial Untuk Pengembangan Pariwisata Desa diselenggarakan oleh klipaa.con dan Savana Management secara virtual, Rabu (29/05) di Jawa Barat. (Foto Dok.: Ali Akbar)

Diskusi Konsep Model Bisnis Sosial Untuk Pengembangan Pariwisata Desa diselenggarakan oleh klipaa.con dan Savana Management secara virtual, Rabu (29/05) di Jawa Barat. (Foto Dok.: Ali Akbar)

TV Desa – Padang Pariaman : Sebuah desa wisata bisa menjadi solusi terhadap permasalahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat desa, seperti: stunting, kemiskinan, disabilitas dan lainnya.

Demikian ungkapan Aa Subandoyo – Founder klipaa.com dalam acara webinar yang diselenggarakan bekerjasama dengan Savana Management pada Rabu (29/05) mulai pukul 20.00 –  22.00 WIB melalui platform Zoom Meeting. Tema yang diusung, “Membuat Desain Model Bisnis Sosial Desa”.

Aa Subandoyo selanjutnya menjelaskan bagaimana cara untuk mewujudkannya menjadi sebuah gerakan, dimana seluruh masyarakat dilibatkan dalam pengambilan keputusan/kebijakan kepala desa, kepala daerah di tingkat kabupaten/kota bahkan sampai ke tingkat provinsi dan pusat.

“Seluruh warga masyarakat akan bersemangat menulis dan menceritakan apa yang sedang dialaminya saat ini. Sehingga kepala desa, camat, bupati/walikota. gubernur atau presiden sekalipun mendapat bahan dalam mengambil sebuah kebijakan nantinya. Sebuah kebijakan ril dari keadaan terkini warga masyarakatnya,” tukas Aa Subandoyo.

Baca Juga |  Menkeu: 5 instrumen kurangi ketimpangan transfer dana desa

Narasumber yang dihadirkan adalah: Aa Subandoyo (Founder klipaa.com ), Cecep Ernanto (Direktur Holistika Institute), Dr. Wahid Erawan (Ketua Gerakan Tani Syarikat Islam) dan Ali Akbar (Ketua Pokdarwis Paingan – Desa Wisata GURANJHIL masuk 300 Besar ADWI 2024) serta dimoderatori oleh Abdul Manaf (Savana Management).

Kang Cecep sapaan akrab Cecep Ernanto memaparkan sebuah Konsep Model Bisnis Sosial dalam pemberdayaan masyarakat.

“Konsep Model Bisnis Sosial akan menjadi solusi bagi para pegiat komunitas seperti pengelola desa wisata dalam menumbuhkembangkan organisasinya, sehingga menjadi daya tarik bagi seluruh warga untuk mewujudkan visi, misi serta tujuan organisasi,” jelas Kang Cecep.

Sementara Ali Akbar sebagai pegiat komunitas berbasis kepariwisataan menceritakan pengalamannya mengelola sebuah Desa Wisata GURANJHIL (Desa Guguak Kuranji Hilir) Kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat.

Baca Juga |  Gus Halim Menteri Desa PDTT Hadiri Peringatan Hakteknas 2021

“Sampai saat ini masih banyak dukanya dalam mengelola kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata),” ungkap pak haji sebagai sapaan akrab Ali Akbar.

Pak haji menjelaskan, “Sebagai pejuang sejati, kami selalu menggunakan 3 buah hashtag (tanda pagar) sebagai penyemangat bagi adik-adik pokdarwis, yakni: 1) Terus bergerak, 2) Jangan pernah menyerah dan 3) Aku mau aku bisa.”

Peserta yang hadir adalah dosen dan akademisi, kepala desa, penggiat wisata, praktisi desa, penggiat desa digital dan umum.

“Pertemuan seperti ini dilaksanakan secara rutin pada setiap hari Rabu, pukul 20.00 – 22.00 WIB,” moderator Abdul Manaf mengakhiri pertemuan.

Berita ini 45 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Pusat

Mendes: Jumlah Desa Mandiri Tembus Sebelas Ribu, Lampaui Target RPJMN

Kabar Pusat

Gus Halim : Inovasi Kader Digital Bakal Percepat Pembangunan Desa

Kabar Pusat

Kemendes PDTT Raih Penghargaan Kearsipan Kategori Sangat Memuaskan

Kabar Pusat

50 Desa Wisata Terbaik ADWI 2024 Diumumkan

Kabar Pusat

3 Desa Wisata Kabupaten Padang Pariaman Masuk 300 Besar ADWI 2024

Kabar Pusat

34 Desa Wisata di Sumatera Barat Lolos 500 Besar ADWI 2024

Kabar Pusat

Desa dengan Air Bersih Didorong Jadi Kesepakatan Global dalam WWF Bali

Kabar Pusat

Gus Halim Dampingi Presiden Jokowi Jamu Pemimpin dan Delegasi KTT WWF ke-10 di Bali