Home / Profil

Senin, 9 Oktober 2023 - 12:59 WIB

Kuartet Bocah Yatim Desa Saitagaramba, Mandiri Urus Nenek yang Lumpuh

020 Syukurman Lase - Penulis

TVDesa – Nias : Perjuangan empat bocah bersaudara yatim warga Desa Saitagaramba, Kecamatan Sogaeadu, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), yang hidup sembari mengurus sang nenek yang lumpuh, sungguh luar biasa. Dahulu, kuartet bersaudara tersebut bersekolah semuanya. Namun setelah sang ayah meninggal, 2 tahun silam, kisah kehidupan mereka berubah 180 derajat. Dua orang diantaranya, anak sulung dan bungsu, terpaksa berhenti sekolah akibat tidak ada yang membiayai.

“Untuk membeli kebutuhan sekolah, pena, buku, dan sebagainya, saya meminta adik saya paling bungsu untuk memanjat pinang dan kelapa, hasilnya kami jual untuk kebutuhan sekolah,” kisah Ceriani Dohare anak ketiga, Minggu (8/10/2023).

Sepeninggal sang ayah, ibu mereka juga memilih melepaskan tanggung jawab dan meninggalkan kuartet bersaudara itu bersama seorang  Nenek Buluami Gulo, yang berada dalam kondisi lumpuh.

Baca Juga |  Nagari Bukik Batabuah Disebut Wilayah Terdampak Paling Parah

“Ayah sudah meninggal, ibu kawin sudah kawin lari. Kami empat orang bersaudara, 2 laki-laki dan 2 perempuan. Kami yang bersekolah hanya saya dan kakak saya sementara abang sulung dan adik bungsu tidak bersekolah karena bekerja demi kami,” tutur Ceriani Dohare.

Semenjak hidup tanpa kedua orang tua, Ceriani mengisahkan bahwa walaupun mereka berkesusahan untuk hidup keseharian. Mereka tidak patah semangat dan tetap ingin meraih cita-cita, walaupun harus dengan berbagai penyesuaian. Dari empat bersaudara, si sulung dan si bungsu yang masih berumur 10 tahun, memilih berhenti sekolah dan bekerja demi menghasilkan uang untuk kebutuhan sekolah kedua saudara mereka. Kedua orang saudari mereka tetap melanjutkan pendidikannya, dimana anak kedua duduk di kelas 1 SMK dan anak ketiga duduk di kelas 6 SD.

Baca Juga |  Mengapa Warga Sikabu Ini Syukuri Usaha Ikan Laut Segarnya?

Sementara Nenek Buluami Gulo yang walaupun berada pada keadaan lumpuh, namun masih mampu menjelaskan, bahwa dia sangat mengharapkan bantuan dan belas kasihan dari orang-orang yang memperhatikan mereka.

“Anakku meninggal dan menantuku pergi meninggalkan kami menikah dengan pria lain. Kami dirumah ini tinggal berlima, saya dan 4 cucu. Jika ada yang memberi bantuan kami sangat berterima kasih,” ucap Buluami Gulo, nenek janda itu sembari meneteskan air mata.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 33 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

Menjelajahi Desa Raksasa: Long Sule, Sang Juara Luas di Indonesia

Profil

Ibu PKK Jatijejer Sulap Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomis

Profil

Sedekah Bumi Desa Tangsi Duren: Padukan Rasa Syukur, Gotong Royong, dan Semangat Pelestarian Budaya

Profil

Desa Wisata Pentingsari: Dari Dusun Miskin Menjadi Desa Wisata

Profil

Desa Lok Batung: Bukti Nyata Kegigihan Menuju Bebas Stunting

Profil

Semangat Jimpitan Membangun Desa: Kisah Sukses Desa Gunung Makmur

Profil

Water Defender Ponggok: Juru Kunci Keberlangsungan Mata Air

Profil

Pacerakkang: Bukti Nyata Keindahan Kerukunan dan Toleransi