Home / Profil

Kamis, 8 September 2022 - 20:24 WIB

KWT Desa Tenggak Sragen Olah Ikan Patin Jadi Abon dan Kerupuk

@Admin 3 - Penulis

TVDesa – Sragen : Berawal dari banyaknya ikan patin hasil budidaya warga Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen yang sudah berukuran besar dan mulai tidak diminati, muncullah ide kreatif kelompok wanita tani (KWT).

“Ikan patin tersebut diolah menjadi abon, kerupuk, dan nugget. Kalau abon dan kerupuk dibuat rutin, sedangkan nugget dibuat berdasarkan pesanan, karena tidak terlalu tahan lama,” terang Halimah, Ketua KWT Barokah Desa Tenggak, seperti dilansir Solopos.com, Selasa (6/9/2022).

Pandemi Covid-19, rupanya turut menyumbang penurunan produksi. Dari sebulan mengolah 25 kilogram ikan patin, saat pandemi menyusut menjadi dua bulan sekali dengan jumlah yang sama.

Baca Juga |  Ecotik yang Eksotik....

“Abon dan kerupuk ikan patin tersebut dijual dengan brand Mino Roso Tresno, untuk abon dijual Rp100.000/kg dan kerupuk dijual Rp30.000/kemasan,” terang Halimah.

Pesanan yang biasanya datang dari Jakarta dan Kalimantan, disaat pandemi melanda, praktis mengalami penurunan dibandingkan sebelum pandemi. Untungnya, produksi olahan kerupuk masih memiliki pangsa pasarnya sendiri, lantaran lebih banyak diminati oleh masyarakat Sragen.

Untuk pelaksanaan proses produksi olahan ikan patin, sebagaimana dipaparkan Halimah, dilakukan oleh lima orang yang keseluruhannya, tergabung dalam KWT Barokah Desa Tenggak. Sementara untuk berbagai peralatan produksi yang digunakan, mulai dari alat pengering dan alat penghancur tulang, didapat melalui bantuan pemerintah. Halimah berharap, upaya yang sudah dilakukan KWT Barokah Desa Tenggak tersebut, dapat semakin berkembang.

Baca Juga |  Kolaborasi, Hadirkan Internet Desa di Aceh

Mengingat kemelimpahan ikan patin hasil budidaya warga di Desa Tenggak yang masih belum dapat dikelola, Halimah optimis, dimasa mendatang, kelompoknya akan mampu untuk semakin banyak memberdayakan masyarakat sekitar. Pengolahan ikan Patin hasil budidaya warga Tenggak tersebut, bila ditingkatkan menjadi berbagai macam produk olahan dengan varian dan kapasitas produksi yang lebih besar, akan dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.

 

Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

Bangkitkan Ekonomi Desa, Al Haris Siapkan Desa Kreatif

Profil

Cerita ‘Tol’ Jembatan Gantung Ala Desa Luwung

Profil

Menelisik Sirup Mawar dari Lereng Argopuro

Profil

Pohon cinta saksi bisu sejoli Sasak Desa Sade menjalin kasih

Profil

Desa Bunutan Karangasem Gelar Lomba Jukung

Profil

Akhirnya, Emak-emak Jelat Mampu Olah Minyak Kelapa Sendiri

Profil

HM Aopidi yang Berjuang untuk Petir

Profil

Destinasi PLTA Tertua di Indonesia Ini Ternyata Masih Perkasa