Home / Profil

Rabu, 5 Juni 2024 - 12:55 WIB

LP2M-Sumbar ; Filosofi Akar Rumput , Internalisasi Penguatan Kapasitas Perempuan Untuk Keberlanjutan Gerakan Perempuan Akar Rumput di pedesaan

Felmi Yetti - Penulis

Tvdesanews.Padang. Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M)-Sumbar adalah salah satu NGO yang ada di Propinsi Sumatera Barat.  Visi LP2M adalah : Perempuan Indonesia berdaulat dalam masyarakat yang kritis, inklusif dan berkeadilan sosial. Untuk mewujudkan Visi ini, LP2M memiliki misi 1) Memperjuangkan akses, kesadaran kritis, partisipasi dan kontrol perempuan serta masyarakat marginal dalam ekonomi, sosial budaya dan lingkungan.2) Memperjuangkan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi perempuan. 3) Membangun gerakan perempuan dan masyarakat sipil yang kritis, kuat dan independen untuk memperjuangkan kebijakan dan sumber daya yang inklusif.

LP2M melakukan penguatan kapasitas melalui Pelatihan bagi Pelatih terhadap perempuan-perempuan pengurus kelompok di desa wilayah dampingan LP2M dalam program INKLUSI sebagai salah satu anggota konsorsium PERMAMPU (Perempuan Mampu). Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari perwakilan pengurus kelompok yang ada di 9 desa pada 3 Kabupaten. Kabupaten yang didampingi adalah Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Tanah Datar. Materi-materi yang dikuatkan adalah, pengorganisasian masyarakat, kepemimpinan perempuan serta melakukan penguatan koperasi di kelompok sebagai salah satu strategi pemupukan modal di kelompok dan keberlanjutan kegiatan.

Baca Juga |  Mengintip Taman Seribu Bunga Desa Raya

 

Penguatan yang dilakukan mampu menumbuhkan semangat dan motivasi bagi peserta untuk memiliki sikap, jiwa tangguh dan kepemimpinan seperti filosofi akar rumput sesuai namanya dalam melakukan gerakan-gerakan penguatan perempuan . Filosofi akar rumput, sebagai kekuatan dasar dalam kemampuan menyesuaikan diri dalam menghadapi tantangan.  Terbukti, rumput bisa tetap ada sampai sekarang karena rumput dapat melewati berbagai macam pergantian musim yang ekstrim dan cuaca yang tidak menentu. Saat hujan badai menerpa, rumput akan tetap kokoh dan tidak terbawa angin kencang. Saat di atas rumput ada sesuatu yang terbakar, maka bara api hanya membakar sebagian daunnya saja namun tidak sampai ke akar. Dalam waktu yang singkat, tanaman baru akan tumbuh kembali dan menghijau seperti sebelumnya.

Baca Juga |  Kisah Awal Habib Lutfi Bin Yahya Diangkat Menjadi Pemimpin JATMAN

Selain itu, bila diperhatikan, rumput bisa tumbuh hampir di semua tempat. Di dataran tinggi, dataran rendah, dan di gurun pasir sekalipun. Ini menunjukkan rumput merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat beradaptasi di tempat dimana dia tumbuh. Rumput selalu bergerombol dan tidak pernah hidup sendirian. Tunas rumput muda akan tumbuh menyeruak ke sela induk rumput sehingga terlihat seperti induk rumput yang baru. Begitu seterusnya sehingga muncul tumbuhan baru. Itulah mengapa saat kita tidak mencabut rumput hingga akarnya, ia akan tetap bisa tumbuh subur dan semakin banyak. Mereka akan saling bahu membahu untuk bisa terus berkembang biak. Dari akar rumput kita mengambil pelajaran. Ketangguhan dan kemampuan beradaptasi yang baik terhadap apapun tantangan yang dihadapi oleh perempuan dalam melakukan pengorganisasian di masyarakat.***

Berita ini 40 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

Punya 55 Domba, Perangkat Desa Ini Juga Peduli Pustaka

Profil

Ini, Arti Penting BUMDes Bagi Jawa Barat

Profil

Bupati Solok Bagikan Motivasi Spritual Jabatan Wali Nagari

Profil

Warga Mitigasi Ketersediaan Air Saat Kemarau Lewat Hari Peradaban Desa

Profil

Kapolres Kudus Dapatkan Penghargaan “Inspiring Profesional And Leadership Award 2024”

Profil

Hari Peradaban Desa, Lima Gunung Usung Ini

Profil

Anak-anak Muda Menari Mengajak Menhir “Bicara” Menuju Festival Maek 2024

Profil

Pesan Moral Agus Sukoco Untuk Kehidupan: Jadilah Tangguh Layaknya Pohon Kang Kokoh