Home / Kabar Daerah

Senin, 4 Oktober 2021 - 20:38 WIB

Mawar Hartopo: Kurang Gizi Bukan Aib!

#Dian Purnama Putra - Penulis

Ketua TP PKK kabupaten Kudus (Image Courtesy Twitter pemerintah Kab Kudus)

Ketua TP PKK kabupaten Kudus (Image Courtesy Twitter pemerintah Kab Kudus)

TV Desa – Kudus : Nilai penting Posyandu sebagai garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak, disadari benar oleh TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo. Hadir secara langsung  meninjau pelaksanaan Posyandu dan sekaligus menyerahkan PMT balita di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Senin (4/10), Mawar berpesan untuk senantiasa memantau kesehatan anak agar kebutuhan gizi dapat terpenuhi.

“Jangan takut kalau ada yang kurang gizi, karena kurang gizi itu bukan aib ya, sekali lagi bukan aib,” tegas Mawar Hartopo.

Menurut Mawar, Posyandu berperan penting sebagai pengawasan terhadap tumbuh kembang balita dan kesehatan ibu. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus dikawal tumbuh kembangnya, terutama ketika sedang berada dalam masa emas.

“Terus terang akan ada kekurangan gizi itu, dan kita akan pantau sebaik-baiknya. Jadi itupun PR buat ibu-ibu harus telaten buat pantau kondisi anak-anak di rumah,” pesan Mawar.

Baca Juga |  Kades Senga Selatan Presentasikan Inovasi Layanan Informasi Publik Desa, Wakili Luwu.

Pemkab Kudus, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan evaluasi, secara rutin menggelar lomba posyandu tingkat kabupaten. Dilaksanakan sebagai hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan bersama PKK.

Sinergi kader posyandu bersama tenaga kesehatan puskesmas dalam setiap kegiatan perencanaan dan pelaksanaannya, menjadi syarat mutlak. Mawar juga mendorong adanya inovasi pada posyandu untuk mengikuti era yang serba canggih seperti saat ini. Contohnya, dalam melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara interaktif melalui teknologi komunikasi yang ada.

Permasalahan tumbuh kembang balita di Kudus, akan selalu menjadi perhatian khusus Pemkab Kudus. Oleh karena itu, kehadiran 828 posyandu yang tersebar di 9 Kecamatan, 9 Kelurahan dan 123 Desa, lebih dari cukup menjadi bukti keseriusan Pemkab. Sementara berbicara kasus stunting, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus, mencatat, bahwa pada 2020 dari 60.907 balita di Kabupaten Kudus, 2.871 di antaranya mengalami kasus stunting.

Berita ini 64 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kepala BNPB Imbau Masyarakat Tetap Waspada saat Arus Balik Lebaran 2024

Kabar Daerah

Kawasan Aia Angek Aman Dilalui Setelah Sedimen Tuntas Dibersihkan*

Kabar Daerah

Shalat Id Bersama Warga, Gubernur & Wagub Sumbar, Ucapkan Selamat Lebaran

Kabar Daerah

Gubernur, Kapolda, dan Forkopimda Sumbar Pantau Pos Pengamanan Idul Fithri

Kabar Daerah

Open House Gubernur Sumbar Terbuka untuk Umum, Masyarakat Silahkan Datang*

Kabar Daerah

Gubernur Sumbar : Terima Kasih Kemenhub, Telah Fasilitasi Mudik Gratis Ratusan Perantau Sumbar

Kabar Daerah

Aksi Kemanusiaan Forum OSIS Jateng Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Korban Banjir Demak

Kabar Daerah

Gubernur Mahyeldi Pimpin Penandatanganan Kerja Sama Pemprov dan Empat Kabupaten/Kota Terkait Pengelolaan Sampah*