Home / Opini

Sabtu, 4 September 2021 - 21:01 WIB

Mengajak Gen Z untuk Mendata SDGs Desa

I Nyoman Budhi Wirayadnya - Penulis

TV Desa – Denpasar : Gen Z adalah generasi yang lahir setelah generasi Y, kumpulan orang yang termasuk ke dalam generasi ini adalah mereka yang lahir di tahun 1995 sampai dengan 2010. Umumnya mereka yang merupakan generasi Z disebut juga iGeneration atau generasi internet atau generasi.net. Mereka selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada, bahkan gadget sudah menjadi pegangannya dari sejak kecil. Maka secara otomatis pengenalan teknologi dan dunia maya ini begitu berpengaruh pada perkembangan kehidupan dan kepribadian mereka.

Berdasarkan surat dari Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Nomor 5/PR.03.01/III/2021 Tanggal 1 Maret 2021 perihal Pemutakhiran Data IDM berbasis SDGs Desa, bahwa Desa – Desa akan melakukan pendataan Data SDGs Desa (Sustainable Development Goals) yang merupakan upaya terpadu pembangunan Desa dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pendataan dimulai tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Mei 2021

Ada 18 Tujuan Dari SDGs Desa antara lain 1.Desa Tanpa Kemiskinan, 2.Desa Tanpa Kelaparan, 3. Desa Sehat dan Sejahtera, 4. Pendidikan Desa Berkualitas, 5. Keterlibatan Perempuan Desa, 6.Desa layak air bersih dan sanitasi, 7.Desa berenergi Bersih dan Terbarukan, 8.Pertumbuhan ekonomi desa merata, 9.Infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan, 10.Desa tanpa kesenjangan, 11.Kawasan pemukiman desa aman dan nyaman, 12. Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan, 13.Desa tanggap perubahan iklim, 14. Desa peduli lingkungan laut, 15.Desa peduli lingkungan darat, 16.Desa damai berkeadilan, 17. Kemitraan untuk Pembangunan Desa, 18.Kelembagaan Desa dinamis dan budaya Desa adaptif.

Baca Juga |  Catatan Sarapan SDGs eps 250 “Menghitung PDB Desa dan Ketimpangan di desa”.

Pendataan SDGs Desa dilaksanakan dengan metode sensus partisipatoris. Artinya, data dikumpulkan dari informasi di dalam desa, dilaksanakan oleh desa sendiri melalui Pokja Relawan Pendataan Desa, serta untuk keperluan pembangunan dan pemberdayaan masing-masing desa sendiri. Dimensi partisipatoris meningkatkan validitas data SDGs Desa. Adapun dimensi sensus artinya mengambil data seluruh wilayah desa dan RT, serta mengumpulkan data dari seluruh keluarga dan warga desa

Pendataan pada level desa, dengan instrumen kuesioner desa, dengan pendata perangkat desa yang mengisi kuesioner sesuai keadaannya. Pendataan pada level rukun tetangga (RT), dengan instrumen kuesioner rukun tetangga (RT), dengan pendata Ketua RT yang mengisi kuesioner sesuai keadaannya. Pendataan pada level keluarga, dengan instrumen kuesioner keluarga, dengan pendata anggota Pokja Relawan Pendata Desa, yang menanyakan kepada keluarga pada satu RT . Pendataan pada level warga, dengan instrumen kuesioner warga, dengan pendata anggota Pokja Relawan Pendata Desa, yang menanyakan kepada anggota keluarga pada satu RT .

Baca Juga |  Jadi Penggiat Desa? Teruslah Bergerak dan Jangan Pernah Menyerah

Pendataan akan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.Seluruh Pokja Relawan Pendataan Desa melakukan pelatihan secara daring (online) pada laman Akademi Desa 4.0. Pelatihan mandiri dapat dilakukan secara luring (offline) bersama pendamping desa. Seluruh Pokja Relawan Pendataan Desa mendownload aplikasi Pendataan SDGs Desa pada Google Playstore dengan nama Pendataan SDGs Desa. Pendata memasukkan username dan password ke dalam aplikasi Pendataan SDGs Desa.

Saatnya mengajak generasi Z di desa untuk ikut dalam pendataan SDGs Desa .

Berita ini 121 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Jelang Idul Fitri, Pemdes Babakan Loa Realisasikan Program Ketahanan Pangan

Kabar Daerah

Romo Eman Berkati Para Pemeran Tablo, Jalan Salib Dari Sekar St.Yohanes Pemandi Naesleu

Opini

Setelah Kongres Desa, RUU Desa Disahkan Menjadi UU

Opini

Pegiat Desa Ini Desak Jokowi Evaluasi Kebijakan Kemendes PDTT
Visual Aparatur Desa

Opini

7 Langkah Membuat Pengalaman Belajar Online yang Menarik bagi Aparatur Desa melalui LMS

Opini

Praktek Serangan Fajar dan Jual Beli Suara Merusak Demokrasi di Kabupaten Bone Bolango.

Opini

Sosialisasi Empat Pilar Masyarakat Minta DPD-RI Bisa Bersuara Untuk Daerah

Opini

Peran Kepala Suku Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Di Distrik Moskona Utara Kabupaten Teluk Bintuni