Home / Kabar Daerah

Rabu, 22 September 2021 - 06:57 WIB

Menjaga Eksistensi Wayang di Era Pandemi, Semarang Menggelar Wayang Virtual

Ahmad Ghufron, ST. - Penulis

TV Desa – Semarang : Pandemi tidak menjadi penghalang bagi seniman wayang kulit di Kabupaten Semarang untuk tetap menunjukkan kepiawaiannya dalam berkesenian.

Bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Semarang memberi ruang pentas bagi para pelaku seni wayang untuk menggelar pagelaran wayang kulit, dan tidak tanggung – tanggung sebanyak sembilan belas (19) kali pentas dilaksanakan dalam satu bulan.

Seperti acara yang di helat di Aula Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa tengah (21/09), merupakan pentas yang ketiga belas (#13) menampilkan dua (2) Dalang lokal yang masih muda, Mas Adyatma Falah Sulaksono dan Mas Arya Pandu Wirayudya asal Kecamatan Bandungan, dengan lakon “Kumbakarna Gugur”.

Sementara itu, Bramantyo Agus Saputra, Ketua Panitia Pergelaran wayang virtual dalam wawancara menyampaikan, acara yang bertajuk “Wayang Ruat Sersi (WARAS) ini diselenggarakan pada malam hari dengan waktu yang dibatasi, di ruang tertutup tanpa publikasi keluar, tanpa penonton, dan tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan. Bagi masyarakat bisa menyaksikan secara live melalui  channel youtube “Portal kebudayaan” https://www.youtube.com/channel/UCr73vh-XPB8maHDtYOHzpyw dan “Portal Seni Serasi” https://www.youtube.com/results?search_query=portal+seni+serasi

Baca Juga |  Peduli Korban Banjir, Paguyuban Kades se-Kecamatan Bilah Hulu Serahkan Bantuan

“Disetiap bencana pasti ada hikmah, dengan digelarnya acara ini, salah satunya dalang yang selama ini tidak keluar dan tidak pernah ditanggap akhirnya bisa kita angkat dan bisa tampil, karena dalang yang kita ajak adalah dalang – dalang asli Kabupaten Semarang,” ungkap Bram.

Selanjutnya Bram Menyampaikan,  hal itu ternyata menyadarkan masyarakat bahwa ada dalang disekitar kita yang selama ini tidak terekspos. Tidak hanya dalang, tapi para sinden dan musisi penabuh gamelan (pengrawit/yogo) juga bermunculan yang semula dianggap hanya bisa mengiringi kesenian reog ternyata bisa juga mengiringi wayang.

“Selama pandemi ini para seniman wayang terus kita dampingi, tidak hanya sekedar waktu pentas tapi juga waktu latihan, kita ajak ngobrol dan diskusi bagaimana menjaga eksistensi kebudayaan wayang ini,” Pungkas Bram.

Penyerahan Wayang Sebagai Simbol Dimulainnya Pagelaran

Secara khusus, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kabupaten Semarang, Ki Sukarmo, menyampaikan, harapannya para seniman bisa memanfaatkan kesempatan ini secara baik, dan lebih tergugah semangatnya sehingga mampu untuk memotivasi pelaku seni wayang usia muda yang kelak akan jadi penerus kesenian ini.

Baca Juga |  Rencanakan Bangun Jembatan Koto Baru Aie Dingin, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi

“Menyongsong hari wayang nasional yang jatuh pada tanggal 7 november nanti, semoga pandemi segera berlalu agar bisa mendapatkan kesempatan tampil secara normal dan leluasa,” jelas Sukarmo.

Tak lupa, Sukarmo mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten, dan memakluminya karena pelaksanaan pentas secara terbatas dengan protokol kesehatan.

Camat Sumowono, Asep Mulyana, dalam sambutannya menyampaikan, masyarakat Sumowono merasa senang dan terhibur dengan adanya acara ini, paling tidak bisa menjadi “obat rindu”selama ini.

Selanjutnya, Asep menghimbau agar program vaksinasi Covid 19 lebih dioptimalkan, supaya acara seperti ini bisa digelar secara normal.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 363 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Kepri Bersinar: 57 Desa/Kelurahan Bebas Narkoba

Kabar Daerah

30 Desa di Lembata, Jadi Ajang Mahasiswa Berdaya untuk Kedaulatan Pangan

Kabar Daerah

Semarak Milad IPM Ke-63, PD IPM Kudus Gelar Berbagai Acara Kreatif

Kabar Daerah

Dana Desa Sampang 2024: Kucuran Dana Fantastis untuk Bangun Desa

Kabar Daerah

Percepatan Penanganan Dampak Bencana Sumbar : Misi Gempuran Gubernur Mahyeldi ke BNPB

Kabar Daerah

Jalan Padang Panjang-Sicincin Ruas Lembah Anai Kembali Dibuka, Sistem Buka Tutup diberlakukan

Kabar Daerah

254 Desa di Lombok Timur, Kembangkan Homestay untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Kabar Daerah

BNN Belu Gandeng 30 Kades Bersinar Cegah Narkoba di Perbatasan RI-Timor Leste