Home / Kabar Desa

Kamis, 5 Agustus 2021 - 17:35 WIB

Nabung Kopi ala Petani Gucialit

003 Fawaid - Penulis

TV DESA-LUMAJANG – Para petani kopi Desa Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, punya cara unik untuk menjaga kestabilan harga. Melalui Nabung Kopi, petani kopi Gucialit memiliki keleluasaan untuk menentukan harga untuk kopinya sendiri.

“Menabung kopi ini adalah menyimpan kopi sebagai tabungan dengan tetap menjaga kualitasnya sehingga tidak terpengaruh harga pasar ataupun kerusakan selama penyimpanan,” terang Rifqi Zulkarnaen, pemilik Bale Kopi Gucialit sekaligus penggagas program nabung Kopi, Rabu (04/08/2021)

Rifqi mengajak sejumlah petani kopi untuk mengembangkan program Nabung Kopi. Melalui inovasi ini, petani diuntungkan dengan penentuan harga secara bersama-sama, tanpa perlu menanggung resiko kerusakan, sehingga petani tidak perlu khawatir lagi.

Baca Juga |  Pemuda Manyarejo Kembangkan Rempeg Balung Buta

“Jadi harga kopi tidak lagi mengikuti pasar, sehingga petani tidak mengalami kerugian saat harga kopi sedang turun”, ungkap Rifqi.

Pemuda yang akrab disapa Kiki itu memang sejak lama konsen terhadap branding potensi lokal gucialit, tidak hanya kopi, teh ataupun produk olahan lainnya, melainkan juga potensi wisata yang ada di wilayah Gucialit.

“Pasar harus menjadi pendukung keberlangsungan kehidupan petani. Meskipun kopi yang dihasilkan memiliki kualitas premium, tapi jika tidak didukung dengan pasar yang baik juga tidak ada hasilnya bagi petani”, menurutnya.

Kopi Gucialit pun kini mulai dilirik pasar nasional, bahkan pelanggan dari beberapa negara manca, semisal Jepang, China, dan Rusia, menjadi pelanggan tetapnya. Melalui konektifitas penjualan secara daring, produk kopi lokal ini memenuhi permintaan konsumen dari sejumlah negara. Sementara di dalam negeri, pemasaran kopi Gucialit tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Jember, Banyuwangi, Pasuruan, dan Probolinggo. Selain di Jawa Timur, kopi ini juga dipasarkan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Bali, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau. Hal itu tidak lepas dari kerja keras masyarakat yang ‘getol’ memperkenalkan Kopi Gucialit kepada masyarakat luas. (Fawaid/Lmj)

Berita ini 71 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Desa

Kades Segarajaya Gelar Open House Idul Fitri 1445 H

Kabar Desa

Menolak Punah, Warga Desa Adobala Rawat Tradisi Gemohing

Kabar Desa

Jalan Hotmix Desa Rampung, Warga Karangsewu Sujud Syukur

Kabar Desa

Pawai Obor Meriahkan Malam Takbiran Desa Sumber Rejeki

Kabar Desa

Rayakan Idul Fitri, Warga Dusun Pegundalan Pejawaran Banjarnegara Gelar Makan Bersama

Kabar Desa

Arus Mudik Di Perbatasan Nganjuk -JombangTerpantau Lancar Meskipun Dipenuhi Takbir Keliling

Kabar Desa

Pemdes Oehan Kembali Salurkan BLT KPM Lansia dan Disabilitas

Kabar Desa

Door to Door Pemdes Pulau Rajak Salurkan BLT DD Tahap Pertama TA 2024