Home / Kabar Pusat

Kamis, 2 Mei 2024 - 12:23 WIB

Menparekraf: Desa Wisata, Tepat Kembangkan Ecotourism di Kota Nusantara

Yasmin Adrena - Penulis

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) dan Wakil Ketua komisi X DPR RI Hetifah (kiri) saat menjadi narasumber pada kegiatan Netraas di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Image courtesy: ANTARA)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) dan Wakil Ketua komisi X DPR RI Hetifah (kiri) saat menjadi narasumber pada kegiatan Netraas di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Image courtesy: ANTARA)

TVDesa – Balikpapan : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan desa wisata tepat untuk mengembangkan pariwisata ramah lingkungan (ecotourism) di kawasan Kota Nusantara dan di daerah sekitar ibu kota negara baru Indonesia itu.

“Kami susun konsep pariwisata ramah lingkungan di Kota Nusantara,” ujar Menparekraf di Kota Balikpapan, Rabu.

Kelembagaan desa wisata paling tepat untuk pengembangan pariwisata ramah lingkungan di Kota Nusantara, lanjut dia, serta di wilayah Kalimantan Timur secara umum.

Kemudian mengoptimalkan peran komunitas pecinta lingkungan dengan menawarkan sejumlah festival seperti Mathilda Fest.

Penjelasan pariwisata ramah lingkungan di Kota Nusantara itu disampaikan Sandiaga Salahuddin Uno saat menjadi narasumber pada kegiatan Nemuin Komunitas (Netas) di Kota Balikpapan.

Baca Juga |  DWP Kemendes PDTT Sosialisasikan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di NTB

Mathilda Fest, menurut dia, akan diajukan menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai program tahunan.

Dia juga memberikan catatan untuk industri pariwisata di Kalimantan Timur seperti masalah kebersihan harus dikelola melalui pengelolaan sampah terintegrasi dengan memberdayakan komunitas, penggunaan energi baru terbarukan (EBT), dan konservasi bakau (mangrove).

Pengelolaan sampah dengan sistem tersebut bisa menciptakan produk wisata carbon offset, dalam arti yang datang ke tempat wisata bisa diajak untuk menanam bakau maupun merestorasi terumbu karang.

“Kebersihan bisa dikelola dengan baik melalui pengelolaan sampah terintegrasi dengan berdayakan komunitas, penggunaan EBT, dan konservasi bakau,” jelasnya.

Baca Juga |  BPPKB Ranting Desa Pisangan Jaya Gelar Lomba Dan Pentas Seni HUT RI Ke 77

“Itu bisa dilakukan di Kepulauan Derawan dan Maratua Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur,” tambahnya.

Pengunjung atau turis yang datang ke Kalimantan Timur diberikan insentif melalui tawaran paket wisata, kata dia pula, terdiri dari konservasi budaya, konservasi biota air seperti pesut, dan pemberdayaan desa wisata.

Diharapkan emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan pariwisata ramah lingkungan di kawasan Kota Nusantara dan daerah sekitar itu di bisa direduksi secara optimal, demikian Sandiaga Salahuddin Uno.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 8 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Pusat

Gandeng FKUB Malut, Kemendes PDTT Berdayakan Desa Inklusif di Malut

Kabar Pusat

Desa Antikorupsi: Membangun Peradaban Berintegritas dari Pelosok Nusantara

Kabar Pusat

Mendagri Minta Jabar Perkuat dan Tingkatkan Kualitas SDM Desa

Kabar Pusat

BRILiaN dan UNS Berikan Sentuhan Ajaib, 15 Desa Ini Siap Jadi Role Model Desa Unggul

Kabar Pusat

Tangkal Urbanisasi: Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Jadi Kunci

Kabar Pusat

Bakal Bahas Ekosistem Pemasaran, Transaksi TTGN XXV Diharapkan Melonjak

Kabar Pusat

Lindungi Pekerja Desa, BPI Kemendes PDTT dan BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama

Kabar Pusat

Gelar Teknologi Tepat Guna, Perkuat Ekosistem Inovasi Desa