Home / Opini

Minggu, 5 September 2021 - 12:37 WIB

Pemberdayaan Desa, Dalam Perspektif Islam

Hasan Habibu - Penulis

TV Desa – Bantaeng : Jauh sebelum ummat manusia mengenal canggihnya tekhnologi dan kemajuan zaman modernisasi, pemberdayaan telah di lakukan oleh beberapa Nabi, dalam perspektif Islam salah satunya Nabi Muhammad Saw. beliaupun di sebut Ulul Azmi , yaitu penuh keuletan, sabar dan tabah, dalam menghadapi berbagai  tantangan dan cobaan, di tengah gersangnya padang pasir

Rasulullah Saw, di utus untuk memperbaiki Akhlaq, di tengah bobroknya kehidupan ummat manusia saat itu, suatu upaya terpadu dalam mewujudkan ummat manusia tanpa tekanan, baik dari kemiskinan, sisi kesehatan, peduli lingkungan maupun mengangkat derajat kaum wanita, selain perintah untuk beriman kepada Allah Swt, tuhan semesta alam

Penindasan kala itu bagi kaum perempuan marak terjadi, orang lemah miskin tak berdaya, kelaparan hal yang lumrah, kesehatan tak mendapatkan perhatian, serta kerusakan lingkungan yang marak di lakukan. Nabi paham betul memandang alam secara integral, hubungan asasi dan timbal balik antar manusia dan alam, dengan di landasi keyakinan, bahwa perusakan akan membahayakan keselamatan dunia dan isinya

Berbekal regulasi wahyu dari Allah Swt, Rasulullah hadir sebagai Sosok perubahan sekaligus Pemberdaya ummat manusia, beliau berkata Aku tidak di utus kecuali untuk menyempurnakan Akhlaq. Maka dalam hal pemberdayaan bagaimana seorang pendamping, mampu berbuat dan mengarahkan masyarakat secara umum, menghilangkan karakter yang koruptif dan menghadirkan rasa relah saling membantu.

Baca Juga |  Tiga Aspek Kunci Keberhasilan Program Lebu Digital (Desa Digital) Cangkingan

Selain itu Nabipun mengisukan kemiskinan dengan sabdanya, KADAL FAQRU AYYAKUUNA KUFRA, nyaris kemiskinan mendekatkan kalian dari kekufuran, maka di lakukanlah berbagai kegiatan, di antaranya bakat dagang dan bisnis maupun aktifitas lainnya yang mampu menunjang harapan kesejahteraan ummat kala itu.

Terkait kesehatan beliau berkata, NI’MATAANI MAGBUUNUNG FIIHIMAA KATSIIRUN MINANNAASI LASSHIHATU WALFARAG, dua nikmat yang kadang di lalaikan oleh manusia yakni KESEHATAN dan KESEMPATAN, hal ini membuktikan pentingnya Kesehatan yang harus mendapatkan perhatian ekstra, karena selain menjadi dambaan setiap insan, Kesehatan merupakan nikmat yang patut di syukuri, dengan melakukan pengobatan saat sakit datang melanda

Adapun kaum perempuan, dalam memberikan sumbangsi pemikiran, ada pendakwah, petani, guru, bahkan pejabat negara, sebagai bentuk keterlibatan kaum perempuan dalam mensejajarkan diri dengan kaum laki-laki, bahkan dalam berbagai aspek. Namun demikian tetap mengedepankan kuadrat sebagai seorang wanita, lihat Q.S Al-Ahzab 35. Semua ini di lakukan oleh nabi Muhammad Saw untuk mewujudkan keadilan gender, dan menghilangkan paradigma dalam membatasi ruang gerak kaum perempuan dalam beraktivitas

Baca Juga |  Ubok Sekicing : Evaluasi objektif terhadap BUMDes saat ini

bagaimana dengan SDGs..? Ternyata searah dengan apa yang di lakukan oleh Rasulullah, terhadap alam beserta isinya, yakni memberikan pendampingan demi kemaslahatan ummat manusia, agar terhindar dari kemiskinan dan kelaparan, peduli kesehatan, peduli lingkungan, khususnya peduli pendidikan dengan bukti banyaknya hadits tentang pentingnya menuntut ilmu dan pelibatan kaum perempuan. poin 18 SDGs menjadi inti dari 17 poin lainnya, yakni berbuat dan bertindak sesuai adat istiada serta budaya yang ada dengan kata lain, Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Adaptif, dalam merealisasikan SDGs tersebut

 

Berita ini 183 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Jelang Idul Fitri, Pemdes Babakan Loa Realisasikan Program Ketahanan Pangan

Kabar Daerah

Romo Eman Berkati Para Pemeran Tablo, Jalan Salib Dari Sekar St.Yohanes Pemandi Naesleu

Opini

Setelah Kongres Desa, RUU Desa Disahkan Menjadi UU

Opini

Pegiat Desa Ini Desak Jokowi Evaluasi Kebijakan Kemendes PDTT
Visual Aparatur Desa

Opini

7 Langkah Membuat Pengalaman Belajar Online yang Menarik bagi Aparatur Desa melalui LMS

Opini

Praktek Serangan Fajar dan Jual Beli Suara Merusak Demokrasi di Kabupaten Bone Bolango.

Opini

Sosialisasi Empat Pilar Masyarakat Minta DPD-RI Bisa Bersuara Untuk Daerah

Opini

Peran Kepala Suku Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Di Distrik Moskona Utara Kabupaten Teluk Bintuni