Home / Kabar Daerah

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:28 WIB

Pemkab Semarang Targetkan Pembentukan 50 Desa Antikorupsi

@ADMIN 1 - Penulis

TVDesa – Semarang : Pemerintah Kabupaten Semarang berkomitmen untuk menjadikan seluruh desa di wilayahnya bebas dari tindak pidana korupsi. Hal ini disampaikan Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat menerima kunjungan tim monitoring dan evaluasi implementasi indikator desa antikorupsi KPK RI di Balai Desa Banyubiru, Kamis (4/7/2024).

“Setelah Desa Banyubiru dan Sraten menjadi desa antikorupsi, tahun ini kami siapkan 20 desa antikorupsi,” kata Ngesti. Ia menargetkan 50 desa antikorupsi terbentuk di Semarang sampai tahun 2025.

Bupati menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap semua desa untuk menerapkan prinsip antikorupsi. Namun, pendampingan tersebut belum sepenuhnya terperinci sesuai pedoman dari KPK. Hingga semester I tahun 2024, sebanyak 20 desa yang ditunjuk telah berupaya memenuhi berbagai indikator yang telah ditetapkan.

“Pemkab Semarang melalui Inspektorat terus berupaya maksimal mendampingi desa-desa tersebut. Harapannya, agar seluruh proses berjalan lancar dan semua desa menjadi antikorupsi,” imbuhnya.

Baca Juga |  Setelah Sidak, Bupati Ngawi Mampir Warung Ayam Panggang Mojo

Upaya Pemkab Semarang dalam mereplikasi dan memperluas desa antikorupsi mendapat apresiasi dari Pelaksana harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Rino Haruno. Pihaknya juga telah menyusun panduan evaluasi dan monitoring desa antikorupsi yang dapat dijadikan rujukan pengelolaan desa antikorupsi.

“Panduan ini diharapkan dapat membantu perangkat desa dalam mengembangkan prinsip antikorupsi dalam menjalankan pemerintahan, bahkan setelah menyandang predikat desa antikorupsi,” jelas Rino.

Lebih lanjut, Rino mengatakan bahwa evaluasi terhadap desa antikorupsi akan dilakukan secara periodik lima tahun sekali untuk memastikan Desa Banyubiru, sebagai desa antikorupsi pertama di Semarang, masih layak menyandang predikat tersebut.

“Kita berharap, tidak ada lagi perangkat desa yang terjerat kasus korupsi. Jangan kendor untuk antikorupsi,” tegasnya.

Senada dengan Rino, Inspektur Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto juga memberikan apresiasi atas langkah Pemkab Semarang.

Baca Juga |  DPD IKM Kota Ternate Jalin Kerjasama dengan Bank BNI 46 Cabang Ternate

“Menjadi desa antikorupsi tidak mudah. Banyubiru telah membuktikan kemampuannya dalam mengimplementasikan indikator antikorupsi melalui pelayanan publik yang berkualitas,” ungkap Dhoni.

Informasi Tambahan:

  • Tentang Desa Anti Korupsi: Desa Anti Korupsi adalah desa yang menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, serta bebas dari korupsi.
  • Indikator Desa Anti Korupsi: Ada 8 indikator yang harus dipenuhi desa untuk menjadi Desa Anti Korupsi, yaitu:
    1. Kepemimpinan yang Berintegritas
    2. Pengelolaan Keuangan Desa yang Transparan dan Akuntabel
    3. Pengadaan Barang dan Jasa yang Transparan dan Akuntabel
    4. Pelayanan Publik yang Berkualitas dan Akuntabel
    5. Pengelolaan Dana Desa yang Efektif dan Efisien
    6. Sistem Pengawasan Desa yang Efektif
    7. Partisipasi Masyarakat yang Aktif
    8. Keberhasilan Pencegahan dan Penindakan Tindak Pidana Korupsi
Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 9 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Para Artis Ini Bawa Semangat Baru bagi Desa-Desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Kabar Daerah

UMKM Desa Plosokerep Naik Kelas dengan Digital Marketing dan Marketplace

Kabar Daerah

Limau Matubu Juarai Marikurubu Cup 2, Taufik Madjid: “Kita Punya Potensi Liga Desa di Maluku Utara!”

Kabar Daerah

Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Desa: Kapuas Luncurkan Sistem CMS

Kabar Daerah

Hidupkan Kembali Rumah Siti Nurbaya di Depok: Ruang Berkomunitas Budaya Minang

Kabar Daerah

Kepri Bersinar: 57 Desa/Kelurahan Bebas Narkoba

Kabar Daerah

30 Desa di Lembata, Jadi Ajang Mahasiswa Berdaya untuk Kedaulatan Pangan

Kabar Daerah

Semarak Milad IPM Ke-63, PD IPM Kudus Gelar Berbagai Acara Kreatif