Home / Opini

Jumat, 10 September 2021 - 11:23 WIB

Pendamping Desa Dalam Tantangan Paradigma

Febrian Kiraman - Penulis

Nelsih Yana-Pohuwato : Pendamping Desa sebuah Profesi di bawah Naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Pendamping Desa di bentuk berdasarkan Amanah Undang–Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa,

di mana Peran dan tugas utamanya adalah untuk meningkatkan pemberdayaan Masyarakat Desa.

Tentunya peran dan Tugas Pendamping Desa sangat besar dalam memberdayakan desa sebagai self governing community yang sasarannya adalah Desa yang maju, kuat mandiri dan Demokratis

Pendamping Desa bukan sebagai Pelaksana Proyek Bukan juga hanya mendampingi dan mengawasi pengelolaan serta penggunaan Dana Desa.

Namun lebih pada Melaksanakan pendampingan secara penuh di Desa, Menjadi pendorong dan penggerak Masyarakat di Desa, tentunya tugas ini tidak menjadi mudah jika seorang Pendamping Desa tidak merasa bertanggung jawab atas tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga |  TPP Bagi Tips Keterbukaan Informasi Publik

Secara sederhana seorang pendamping Desa harus mampu mengawal Regulasi sehingga menjadi tolak ukur pelaksanaan pembangunan di Desa.

Siapa pendamping sesungguhnya? Apakah kegagalan Desa menjadi kegagalan pula seoarang Pendamping Desa? Banyak juga Pendamping yang tidak merasa bertanggung jawab terhadap Desa dampingannya,bahkan jarang berada di lokasi tugas.

dalam Kondisi seperti ini, Apa yang salah atau siapa yang seharusnya di salahkan?? Apakah karena tidak maksimalnya peran Supervisor ataukah faktor lain??

Peran utama seorang pendamping Desa adalah sebagai Fasilitator, Mediator, Pembimbing, Advokat, Pelatih juga sebagai enabler (pengaktif) dan Konsultan

Sehingga sebelum menjalankan tugasnya, Seorang pendamping Desa terlebih dahulu di bekali dengan pengetahuan dan keterampilan

Tentunya wajib memiliki sikap pantang putus asa agar bukan hanya sebagai kata-kata pemanis Tugas.

Baca Juga |  Desa Taluduyunu Sulap Persawahan Jadi Objek Wisata

Hambatan dalam menjalankan tugas tentunya tidak sedikit namun jika seorang pendamping terus meningkatkan kapasitas dan rasa tanggung jawabnya,

Sehingga Desa dampingannya menjadi Maju dan Masyarakat menjadi lebih kritis serta berdaya dalam segala segi

Ketika Masyarakat Desa berkata kami Bisa karena Kami Mampu maka di situlah seorang pendamping pantas menyandang gelar PATRIOT DESA.

Nelsih Yana, SE. yang lebih akrab di sapa Chycie adalah seorang Pendamping Desa bertugas di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo pada Posisi Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 563 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Opini

Gamifikasi dalam LMS: Meningkatkan Motivasi dan Engagement Aparatur Desa dalam Pelatihan
Ilustrasi by Ketut Subiyanto | Pexels

Opini

Mengenal Lebih Dekat Metode Baca Cepat dan Manfaatnya dalam Pembelajaran Berbasis LMS

Opini

Tantangan dan Solusi Membangun Desa Tertinggal Melalui Pendampingan Desa

Opini

Pentingnya Sumur Bor Untuk Kebutuhan Air Desa

Opini

Pentingnya TPQ dan Madarasah di Tengah Masyarakat Desa

Opini

BUM Desa Harus Dikelola Dengan Tatakelola yang Baik

Opini

Bergerak Untuk Ummat, Sahabat Da’i Tompobulu Akan Menggelar Konsolidasi

Opini

Kader Posyandu : Perisai Kesehatan Masyarakat di Tengah Ancaman Penyakit Tidak Menular