Home / Kabar Daerah

Jumat, 1 Maret 2024 - 17:55 WIB

Puluhan Warga Di Pasar Pandaan Terkecoh Beras SPHP

Adi noto - Penulis

 

Tvdesa news.id_Pasuruan, Puluhan warga di Pasar Pandaan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan kecele pagi tadi (1/3/2024). Penyebabnya, operasi pasar beras SPHP ternyata untuk pedagang.

Informasi yang di dapat tvdesanews, dari pagi sekira pukul 07.00, warga mulai berdatangan di dekat kantor Pasar Pandaan. Tujuannya membeli beras secara langsung dari Bulog sebagai pemasok.

“Saya dapat pesan dari grup Whatsapp, ada operasi beras di Pasar Pandaan hari ini mulai pukul 08.00. Makanya saya dari pagi antri. Biar kebagian,” tutur Lilik, salah satu warga.

Awak media juga sempat menerima pesan pemberitahuan operasi pasar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersebut.

Dalam pesan itu, terdapat tabel berisi jadwal penyaluran beras SPHP di pasar-pasar di Kabupaten Pasuruan. Untuk hari ini, rencananya didistribusikan ke Pasar Pandaan dan Bangil.

Namun, warga harus gigit jari. Beras yang disediakan sebanyak 6 ton itu ternyata khusus untuk pedagang.

Baca Juga |  Sampai Tingkat Nagari, Sumbar Bentuk Tim Penguatan Layanan Kesehatan Pemilu 2024

Sontak suasana menjadi heboh. Warga sempat uring-uringan menuding pemerintah dan pihak pasar mempermainkan mereka.

Untuk meredam warga, Kepala Pasar Sugiman Budi Santoso langsung menemui warga. Budi menjelaskan informasi lewat media sosial itu khusus untuk pedagang.

Bila ada yang informasi yang menyebut beras SPHP terbuka untuk umum, Budi memastikan itu bukan dari pihaknya.

Pria asal Purwosari ini menambahkan, operasi beras bukan dikhususkan perhari ini saja. Melainkan sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir.

“Ini sebetulnya distribusi rutin sejak 3 bulan lalu. Baru heboh sekarang, karena waktunya bersamaan dengan harga beras makin naik dan efek informasi di media sosial,” terangnya.

Tak ingin antrian makin mengular, Budi dengan didampingi aparat dari Polsek Pandaan kemudian memberikan arahan kepada warga.

Warga dipersilakan membeli beras dari pedagang. Seluruh harga beras sudah ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah.

Baca Juga |  Singguliang Lubuk Alung Bakal Jadi Nagari Smart Fisheries Village

“HET-nya 54.500 rupiah untuk kemasan 5 kilogram. Ya kalau ada yang menjual lebih dikit, misal 55 ribu, masih kami toleransi. Kalau ada yang keterlaluan menaikkan harga, laporkan ke kami,” tegasnya.

Budi meneruskan, tak semua pedagang di Pasar Pandaan menjual beras SPHP. Alasannya beragam, ada yang tak ada di tempat ketika pendataan, ada juga yang memang menolak.

“Ada yang menolak karena kualitas beras katanya jelek. Ya itu hak pedagang. Yang mau saja yang kami data dan kami setorkan. Total ada 34 pedagang yang siap menjual beras SPHP,” paparnya.

Setelah mendapat penjelasan, warga berangsur-angsur membubarkan diri. Meskipun, segelintir orang masih tak percaya dan menanyakan ulang kepada Budi.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Beri Tausiyah Subuh di Masjid Baiturrahmah Agam, Mahyeldi Ingatkan Orang Tua Jangan Tinggalkan Generasi Lemah

Kabar Daerah

Bawaslu Bone Bolango ; Forum Warga Wadah Pengawasan Partisipatif Masyarakat dalam Pemilukada Serentak 2024

Kabar Daerah

10 Desa Wisata Terbaik Labuan Bajo Ikuti Pelatihan Beti Dewi

Kabar Daerah

Gubernur Mahyeldi Hadiri Pelantikan Rektor Baru Universitas Metamedia*

Kabar Daerah

Terhambat Geografis dan Keamanan, Dana Desa Tahap I di Tolikara Tetap Sukses Mengalir

Kabar Daerah

Bantuan Pembangunan Saluran Pembuangan 1500 Meter Senangkan Petani Dusun Karanganyar

Kabar Daerah

Para Artis Ini Bawa Semangat Baru bagi Desa-Desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Kabar Daerah

UMKM Desa Plosokerep Naik Kelas dengan Digital Marketing dan Marketplace