Home / Kabar Daerah

Jumat, 3 September 2021 - 14:34 WIB

Puyuh Petelur Beromset Sampai puluhan juta rupiah Semakin Eksis di Kabupaten Bantaeng

Muchlis Al_Amin - Penulis

Tv Desa – Bantaeng : para pemuda di Kabupaten  Bantaeng kini semakin eksis di dunia kewirausahaan, di antaranya usaha di bidang pertanian pada subsektor peternakan.

Perernakan yang sekarang ini banyak di kembangkan oleh pemuda di kabupaten Bantaeng adalah peternakan puyuh petelur.

Hal ini terjadi karena kecenderungan masyarakat kabupaten Bantaeng dan sekitarnya mengkonsumsi telur puyuh atau mengolah menjadi produk  turunan seperti campuran bakso, bakso bakar, nugget telur puyuh dan banyk jenis jajalan dan kuliner lainnya serta komsumsi rumah tangga.

Nugget telur puyuh

Tentunya minat masyarakat tersebut d karenakan telur puyuh memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya :

  • Protein yang tinggi

Nutrisi protein diperlukan tubuh untuk dijadikan sumber energi, menjaga stamina, memelihara kesehatan kulit dan rambut, serta membangun dan menguatkan massa otot.

  • kaya dengan vitamin A dan Kolin

Telur mini dengan julukan Golden egg yang dihasilkan burung puyuh ini juga kaya akan vitamin A dan kolin. Setiap porsi telur puyuh menawarkan 119 miligram kolin dan 244 IU vitamin A.

Baca Juga |  Masa Pengenalan Akademik Mahasiswa Baru (SAPAMABA) 2022/2023 Universitas Muria Kudus

Itu Artinya, seporsi telur puyuh (setara 5 butir) mampu menyajikan sekitar 22 – 28% kebutuhan kolin harian dan 8 – 10% asupan vitamin A Anda dalam sehari.

  • tinggi kandungan selenium dan zat besi

Telur burung puyuh mengandung lebih banyak selenium (26%) dan zat besi (9%) daripada telur ayam.

Selenium bermanfaat untuk memelihara fungsi kognitif otak, meningkatkan metabolisme hormon tiroid, dan memperbaiki kerusakan DNA.

Sementara itu, zat besi berfungsi memproduksi sel darah merah sehat untuk mencegah anemia. Zat besi juga mungkin berpotensi memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung.

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-telur-puyuh-bergizi/?amp=1

Hal inilah yang menjadi motivasi bagi pemuda Kabupaten Bantaeng mengembangkan usaha budidaya puyuh petelur,,,

Modal yang tidak telalu tinggi dengan omset sampai puluhan juta rupiah setiap bulannya, tentunya menjadi salah satu usaha yang prospek.

Baca Juga |  Polres Kudus Dan Petugas Gabungan Dinas Pertanian Peternakan Dan Pangan,Turun Lapangan Cegah Penyebaran PMK

Yang terpenting dalam menjalankannya usaha budidaya puyuh petelur ini adalah pengetahuan terkait perlakuan, baik dari pakan, Vaksinasi, pencegahan dan penanganan penyakit serta akses atau jalur distribusi pasar menjadi modal dasar dalam usaha budidaya puyuh petelur tersebut.

Kemudian untuk kotoran yang di hasilkan oleh puyuh petelur, di jadikan sebagai pupuk kompos atau di distribusikan ke usaha yang bergerak pada pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk kompos.

Artinya tidak ada satupun yang terbuang dalam usaha budidaya ini, semuanya di olah dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Untuk puyuh yang sudah memasuki masa afkir dengan umur kisaran dua tahun, para milenial muda bantaeng menjual kembali ke warung makan dan restoran untuk di sajikan sebagai kuliner.

“Apapun harapanmu, Pelajari, Rencanakan, Aksi, Evaluasi kemudian Berjayalah”

 

 

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 158 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Daerah

Bantuan Pembangunan Saluran Pembuangan 1500 Meter Senangkan Petani Dusun Karanganyar

Kabar Daerah

Para Artis Ini Bawa Semangat Baru bagi Desa-Desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Kabar Daerah

UMKM Desa Plosokerep Naik Kelas dengan Digital Marketing dan Marketplace

Kabar Daerah

Limau Matubu Juarai Marikurubu Cup 2, Taufik Madjid: “Kita Punya Potensi Liga Desa di Maluku Utara!”

Kabar Daerah

Tingkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Desa: Kapuas Luncurkan Sistem CMS

Kabar Daerah

Hidupkan Kembali Rumah Siti Nurbaya di Depok: Ruang Berkomunitas Budaya Minang

Kabar Daerah

Kepri Bersinar: 57 Desa/Kelurahan Bebas Narkoba

Kabar Daerah

30 Desa di Lembata, Jadi Ajang Mahasiswa Berdaya untuk Kedaulatan Pangan