Home / Kabar Desa

Sabtu, 4 Mei 2024 - 00:00 WIB

Saatnya Menuju Desa Wisata Berketahanan 3.0

Ali Akbar - Penulis

Webinar Membangun Komunitas Kompeten Menuju Desa Wisata Berketahanan. Diselenggarakan oleh Asosiasi Klaster Indonesia bekerja sama dengan BAPPENAS dan Disporapar Jawa Tengah secara Daring, Jum'at (03/05).

Webinar Membangun Komunitas Kompeten Menuju Desa Wisata Berketahanan. Diselenggarakan oleh Asosiasi Klaster Indonesia bekerja sama dengan BAPPENAS dan Disporapar Jawa Tengah secara Daring, Jum'at (03/05).

TV Desa – Padang Pariaman : Saat ini membangun komunitas kompeten menjadi prasyarat utama bagi upaya membangun Desa Wisata Berketahanan atau Desa Wisata 3.0.

Desa Wisata Pertumbuhan 1.0 dimulai sejak 2014 – 2021. Desa Wisata Hijau 2.0 dimulai sejak 2019. Sedangkan tahun 2023 mulai digencarkan konsep Desa Wisata Berketahanan 3.0.

Hal tersebut mencuat dalam  sebuah webinar melalui platform Zoom Meeting dan kanal YouTube yang diselenggarakan oleh Asosiasi Klaster Indonesia (AksI) seri 81 mengusung judul “Membangun Komunitas Kompeten Menuju Desa Wisata Berketahanan”. Webinar ini diselenggarakan pada Jumat (03/05), mulai pukul 19.30 – 22.00 WIB.

Narasumber yang hadir diantaranya: 1) Istasius Angger Anindito, S.E., M.A – Perencana Ahli Madya/Koordinator Pariwisata & Ekonomi Biro- BAPPENAS, 2) Agung Hariyadi, SE., MM – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, 3) Tatak Sariawan – Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Jawa Tengah dan 4) Henky Hermantoro – Dosen Institut Pariwisata Trisakti. Dimoderatori oleh Purwanto, S.H., M.Par. – Wakil Ketua Asosiasi Klaster Indonesia.

Baca Juga |  Warga Antusias Ikuti Vaksin Booster di Perumahan Puri Tamarin Malam Hari Selesai Shalat Tarawih.

Hengky Hermantoro menjelaskan Konsep Desa Wisata Berketahanan adalah terjadinya perubahan pola pikir dari pertumbuhan ke berkelanjutan dan ketahanan. Dari Tourist Satisfaction ke Community Satisfaction (sosial, ekonomi dan ekologi).

“Pariwisata sebagai sarana menuju kesejahteraan masyarakat desa bukan tujuan akhir pembangunan. Membangun komunitas yang mandiri dan kompeten untuk meningkatkan peran dan kemampuan mereka dalam pembangunan desa,” tukas Hengky.

Sementara Agung Hariyadi yang disapa Aria ini menyarankan agar penggiat wisata jangan terpaku dengan bantuan pemerintah.

“Pemerintah tidak selamanya bisa membantu desa. Desa harus bisa menjadi mandiri tentunya dengan dukungan dan support dari komunitas yang kuat, seperti pokdarwis, penggiat pariwisata atau pengelola pariwisata,” pungkas Aria.

Sebagai pihak pemerintah, Istasius Angger Anindito menyampaikan bahwa pemerintah pusat punya komitmen dan fokus untuk terus mendukung pengembangan desa wisata di Indonesia.

“Tujuan pengembangan desa wisata di Indonesia  adalah: 1) Untuk kesejahteraan, 2) Lingkungan dan 3)Pelestarian budaya luhur.”

Narasumber Tatak Sariawan lebih intens menggunakan istilah 3-J dalam bahasa Jawa, yakni: Jeneng, Jenang dan Jenat.

“Dalam membangun kepariwisataan, kita menggunakan kunci 3-J. J yang pertama adalah Jeneng. Kalau dalam membuat desa wisata ini kita harus bisa mencari nama dulu. Bagaimana desa ini bisa dikenal oleh masyarakat luas sebagai desa wisata.”

Baca Juga |  Habis Sampah dan Penghargaan di Randupitu, Terbitlah Wisata

“J yang kedua adalah Jenang. Bagaimana kita mengelola desa wisata ibarat makanan atau Jenang ini supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terakhir, J yang ketiga adalah Jenat atau mati. Jangan sampai setelah punya Jeneng lalu Jenang, tapi tidak dikelola dengan baik akhirnya Jenat (Bahasa Indonesia – mati).

Peserta yang hadir berjumlah 250-an orang berprofesi sebagai pengelola desa wisata, dinas pariwisata pemuda dan olah raga, kepala desa dan umum yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 227 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Desa

Warga Dusun Gading Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Jombang Adakan Kirab Gunungan Hasil Bumi Keliling Kampung Untuk Memeriahkan Sedekah Dusun

Kabar Desa

Kenduri Swarnabhumi: Ratusan Ibu di Batanghari Lestarikan Kuliner Tradisional Berengkes Ikan

Kabar Desa

Kembangkan Potensi Desa Cermee, Mahasiswa KKN UNEJ Dirikan Klinik UMKM

Kabar Desa

Kampung Pengawasan Partisipatif Desa Mekarjaya Pilih Kentongan Jadi Ikon

Kabar Desa

Desa Telaga Itar Berikan Beasiswa, Bangkitkan Semangat Belajar 45 Siswa Berprestasi!

Kabar Desa

Desa Wisata Golo Loni Raih Prestasi Nasional, Terhambat Jaringan Internet

Kabar Desa

Petani Jayaputra Beroleh Bantuan Pompa Air, Musim Kemarau Tak Lagi Jadi Kendala

Kabar Desa

Warga Dusun Bunut Bersorak Bahagia, Sumur Bor 110 Meter Atasi Krisis Air Bersih