Home / Kabar Desa

Minggu, 7 Juli 2024 - 05:09 WIB

Tradisi Baritan di Dusun Ngade: Menyambut Tahun Baru Islam dengan Doa dan Harapan

#Dian Purnama Putra - Penulis

Warga Dusun Ngade Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, menggelar acara baritan di setiap perempatan jalan di lingkungan pada malam Tahun Baru Islam 1446 Hijriah atau disebut Satu Suro Sabtu 6 Juli 2024.(Image courtesy : ngopibareng.id)

Warga Dusun Ngade Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, menggelar acara baritan di setiap perempatan jalan di lingkungan pada malam Tahun Baru Islam 1446 Hijriah atau disebut Satu Suro Sabtu 6 Juli 2024.(Image courtesy : ngopibareng.id)

TVDesa – Blitar : Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1446 Hijriah atau Satu Suro, warga Dusun Ngade, Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, menggelar tradisi Baritan di setiap perempatan jalan di lingkungan mereka. Ritual ini dilaksanakan pada Sabtu malam, 6 Juli 2024, tepat setelah sholat Magrib.

Membawa Takir Plontang dan Berdoa Bersama

Warga Dusun Ngade dengan penuh semangat membawa takir plontang, berisi aneka makanan tradisional, menuju perempatan jalan. Sesampainya di sana, takir-takir tersebut ditata rapi membentuk garis melintang utara-selatan dan timur-barat, dengan titik tengahnya di perempatan jalan.

Acara kemudian dipimpin oleh Wijianyo, tokoh agama setempat. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan Baritan, yaitu memohon keselamatan dan kesehatan bagi seluruh warga Dusun Ngade. Doa bersama pun dipanjatkan, dipimpin oleh Wijianto, dengan harapan doa mereka dikabulkan Allah SWT.

Tradisi Tolak Bala dan Semangat Kekompakan

Tradisi Baritan di Dusun Ngade memiliki makna lebih dalam. Menurut Fajarudin, salah satu tokoh masyarakat, takir plontang yang ditata di perempatan jalan melambangkan tolak bala atau penangkal musibah. Doa yang dipanjatkan bersama-sama diharapkan mampu menjauhkan warga dari segala mara bahaya.

Baca Juga |  Masyarakat Rejosari Pringsewu Bergotong Royong Bongkar Balai Pekon

Lebih dari itu, Baritan juga menjadi momen untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan antar warga. “Setiap malam Satu Suro, seluruh warga pasti membuat takir plontang untuk kenduri,” jelas Fajar. Kemeriahan dan kekompakan warga dalam melaksanakan tradisi ini menjadi bukti nyata ikatan yang kuat antar mereka.

Upaya Melestarikan Budaya Jawa

Tradisi Baritan di Dusun Ngade tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga upaya untuk melestarikan budaya Jawa. Tatik Darmawati, Ketua RT Dusun Ngade, menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian penting dari identitas mereka. “Warga di sini kompak ikut baritan,” tandasnya.

Antusiasme warga dalam mengikuti tradisi Baritan menunjukkan komitmen mereka untuk menjaga warisan budaya leluhur. Di tengah modernisasi zaman, tradisi ini menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan.

Baca Juga |  220 Dosis Vaksin Gratis disambut Antusias Warga Pekon Sebarus

Tradisi Baritan di Dusun Ngade merupakan perwujudan rasa syukur dan harapan masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam. Di balik ritual doa dan kenduri, terkandung makna mendalam tentang tolak bala, persatuan, dan pelestarian budaya. Tradisi ini menjadi bukti kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

Follow WhatsApp Channel tvdesanews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 5 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Kabar Desa

Warga Dusun Gading Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Jombang Adakan Kirab Gunungan Hasil Bumi Keliling Kampung Untuk Memeriahkan Sedekah Dusun

Kabar Desa

Kenduri Swarnabhumi: Ratusan Ibu di Batanghari Lestarikan Kuliner Tradisional Berengkes Ikan

Kabar Desa

Kembangkan Potensi Desa Cermee, Mahasiswa KKN UNEJ Dirikan Klinik UMKM

Kabar Desa

Kampung Pengawasan Partisipatif Desa Mekarjaya Pilih Kentongan Jadi Ikon

Kabar Desa

Desa Telaga Itar Berikan Beasiswa, Bangkitkan Semangat Belajar 45 Siswa Berprestasi!

Kabar Desa

Desa Wisata Golo Loni Raih Prestasi Nasional, Terhambat Jaringan Internet

Kabar Desa

Petani Jayaputra Beroleh Bantuan Pompa Air, Musim Kemarau Tak Lagi Jadi Kendala

Kabar Desa

Warga Dusun Bunut Bersorak Bahagia, Sumur Bor 110 Meter Atasi Krisis Air Bersih