Home / Profil

Minggu, 17 Maret 2024 - 21:20 WIB

Wae Rebo, Desa Tercantik Dunia 2024 Versi Spectator Index

#Dian Purnama Putra - Penulis

Desa Wae Rebo di Flores, NTT (Foto: Instagram/@jackfirmann)

Desa Wae Rebo di Flores, NTT (Foto: Instagram/@jackfirmann)

TVDesa – Jakarta : Tahun 2024 ini, Spectator Index menobatkan Desa Wae Rebo yang berlokasi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu desa tercantik di dunia, setelah Rothenburg ob der Tauber, di Jerman.

Desa ikonik di Flores yang terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut menjadi destinasi yang wajib untuk dikunjungi, lantaran kondisinya yang sangat alami dengan pemandangan alam berupa gunung-gunung berpadu dengan 7 rumah adat berbentuk kerucut.

Untuk mencapai lokasi Wae Rebo, kondisi fisik harus benar-benar prima untuk menempuh perjalanan kaki sekitar 7 kilometer dengan kontur mendaki yang memakan waktu selama kurang lebih 3-4 jam, melewati Hutan Todo yang dipenuhi dengan vegetasi anggrek, berbagai jenis pakis, serta kiauan merdu dari beraneka ragam jenis burung.

Baca Juga |  Dana Desa Bisa Digunakan untuk Penanganan PMK

Sekitar 100 tahun lalu, seorang pria bernama Empu Maro, mendirikan Desa Wae Rebo, yang kemudian dilestarikan oleh penduduk lokalnya, hingga sekarang mencapai keturunan generasi ke-18.

Wae Rebo memiliki hal yang unik dan menjadi ciri khas, yaitu dengan keberadaan rumah adat Mbaru Niang yang tinggi dan berbentuk kerucut, serta tertutup ilalang lontar dari atap hingga ke tanah.

Rumah Mbaru Niang ini memiliki lima tingkat, di mana setiap tingkat dirancang untuk tujuan tertentu. Tingkat pertama, yang disebut lutur atau tenda, adalah tempat tinggal keluarga besar.

Kemudian tingkat kedua, yang disebut lobo atau loteng, dikhususkan untuk menyimpan makanan dan barang-barang. Tingkat ketiga yang disebut lentar adalah tempat penyimpanan benih untuk musim tanam berikutnya.
Sementara tingkat keempat yang disebut lempa rae, untuk menyimpan persediaan makanan jika terjadi kekeringan.

Baca Juga |  Kampung Buah Nanas, Julukan Baru Desa Himba Lestari. Kok Bisa?

Terakhir, tingkat kelima dan teratas yang disebut hekang kode, juga yang dianggap paling suci, adalah tempat persembahan untuk leluhur.

Penduduk Desa Wae Rebo menyantap singkong dan jagung sebagai bahan makanan pokok mereka. Di sekitar desa,  mereka juga menanam kopi, vanili, dan kayu manis, untuk mereka jual di pasar yang terletak sekitar 15 km dari desa.

Berita ini 12 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Profil

PMII Rayon Syariah Purwokerto Inisiasi Pesantren Konstitusi Sebagai Upaya Mengembalikan Jati Diri Indonesia Sebagai Negara Hukum

Profil

Desa Loa Duri Ulu, Sudah Miliki Tim Media Sendiri

Profil

Inayati Pejuang Literasi, Pulang Ke Desa Demi Membangun Budaya Baca

Profil

Bangun Kantor Baru, Desa Gunggungan Lor Tingkatkan Layanan

Profil

Digitalisasi Desa Wisata, Tumbuhkan Pariwisata Lampung

Profil

BUMDes Lumbung Argo Tirto, Desa Gunungronggo Target Bukukan Laba Positif 2024

Profil

Menilik TBM Al-Huda, Seberkas Cahaya Di Ujung Utara Purbalingga

Profil

Habis Sampah dan Penghargaan di Randupitu, Terbitlah Wisata